"Seingat saya Kapolda (Jabar) tanggung-jawab, berkoordinasi dengan Ditpropam Polri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronnie F Sompie di kantornya, Senin (18/8/2014).
Sedang soal perlunya Iriawan diperiksa atau tidak dalam kasus itu, semuanya bergantung pada keterangan MB, yang merupakan Kasat Jatanras Polda Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ronnie,β kasus ini berkaitan dengan teknologi atau IT. Karena itu ditangani oleh Polri sebab memiliki peralatan yang lebih baik dibanding di Polda Jabar. "Karena peralatan yang digunakan lebih memadai di Mabes, dan kerahasiaannya lebih baik," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabareskrim Komjen Suhardi Alius berjanji akan menindak tegas AKBP MB yang diduga menerima Rp 5 miliar dan USD 168 (kurs Rp 11.900) dari tersangka judi online. MB adalah kepala satuan Jatanras Polda Jabar.
"Untuk bangsa dan negara ya harus gitu," kata Suhardi saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/8/2014).
Menurutnya, Kapolri sudah menegaskan untuk menindak tegas setiap anggota polisi yang berani bertindak di luar tugas dan etika kepolisian. Terlebih tindakan kriminal.
"Polisi yang enggak bener perintah pimpinan harus dibersihkan, merusak citra dan buat efek jera yang lain," tegas jenderal bintang tiga ini.
Selain AKBP MB, anak buahnya yang juga menangani kasus tersebut, AKP DS, turut diamankan. Dia diduga menerima duit dari tersangka judi online sebesar Rp 370 juta secara bertahap.
(idh/ndr)










































