Ojek Bermunculan di Banda Aceh, Penghasilan Rp 400.000 Sehari

Ojek Bermunculan di Banda Aceh, Penghasilan Rp 400.000 Sehari

- detikNews
Senin, 03 Jan 2005 19:09 WIB
Banda Aceh - Minimnya transportasi di Banda Aceh pasca bencana gempa-tsunami memunculkan profesi favorit baru, tukang ojek. Kini banyak orang yang menjadi tukang ojek dadakan sebab penghasilannya lebih dari lumayan, Rp 200.000 hingga Rp 400.000 per hari.Salah seorang tukang ojek dadakan ini adalah Zainun. Warga Lambaro, Banda Aceh, ini semula berprofesi sebagai montir. Tapi karena bengkelnya tutup pasca gempa-tsunami yang meluluhlantakkan Banda Aceh dan daerah lain di Aceh, Minggu (26/12/2004) lalu, Zainun alih profesi jadi tukang ojek.Zainun, yang menarik ojek mulai Senin (27/12/2004) pekan lalu, kemudian keenakan jadi tukang ojek karena penghasilannya yang jauh lebih besar dibanding gajinya sebagai montir. "Biasanya saya digaji Rp 50 ribu sehari ketika di bengkel," katanya.Setelah memanfaatkan sepeda motornya untuk mengojek dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Banda Aceh penghasilan Zainun per hari rata-rata Rp 200.000 sampai Rp 400.000. Dia bahkan pernah membawa pulang uang hingga Rp 600.000 sehari. Dari bandara sampai ke pusat kota, misalnya Masjid Baitulrahman, setiap penumpang dikenai tarif Rp 50.000. Bila malam hari jarak sejauh sekitar 20 kilometer itu bahkan bisa dikenakan tarif Rp 100.000. Dan, tarif yang relatif mahal ini tidak menyurutkan penumpang untuk menggunakan jasanya.Sebab transportasi dari dan ke bandara memang minim. Angkutan kota memanng ada tapi armadanya sedikit dan praktis jarang lewat. Sedangkan carter mobil lebih mahal. Carter mobil sehari bisa mencapai Rp 1.000.000. Jadi, jika tidak pejemput biasanya orang memilih naik ojek. Jika mau menyewa sepeda motor untuk seharian juga bisa, tarifnya sekitar Rp 400.000.Menurut Zainun, kini ada sekitar 500 orang yang berpindah profesi menjadi tukang ojek. Zainun sendiri untuk dua minggu ke depan belum berencana kembali ke profesi asli sebagai montir. "Bengkelnya juga belum buka karena tidak ada sparepart. Selain itu duit di sini lebih banyak. Jadi, kalau penumpang masih ramai ya lebih baik narik ojek saja," katanya. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini