Tinul Saksi Kunci Penembakan di Fluid Club Hotel Hilton
Senin, 03 Jan 2005 18:43 WIB
Jakarta - Polisi masih terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus penembakan seorang pelayan bar Fluid Club Hotel Hilton bernama Yohanes Brachmans Haerudy Natong (Rudy) dengan tersangka Adiguna Sutowo. Seorang wanita bernama Tinul disebut-sebut sebagai saksi kunci.Saksi kunci ini sangat penting bagi Polri. Pasalnya, Adiguna membantah melakukan penembakan terhadap Rudy. Dia malah mengaku tidak berada di lokasi kejadian saat penembakan terjadi. Adiguna juga mengaku malah menolong korban dan menyarankan korban dibawa ke klinik. Tapi, polisi tidak percaya begitu saja. Polisi yakin Adiguna-lah pelaku penembakan itu. Salah seorang saksi melihat Adiguna sebagai pelakunya. Barang bukti kuat juga dipegang polisi, seperti 19 peluru kaliber 22 yang ditemukan di kloset di kamar mandi kamar Adiguna, baju Adiguna, handuk, dan tisu yang berlumur darah. Sayang, polisi tidak menemukan pistol yang diduga digunakan Adiguna. Menurut Kapolda Irjen Pol Firman Gani, polisi masih terus bekerja keras menemukan bukti-bukti lain untuk memperkuat bahwa Adiguna sebagai pelaku penembakan. Selain mencari pistol, Polda Metro Jaya juga mencari saksi kunci dalam penembakan itu. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung juga menyatakan, Polri akan melakukan uji laboratoris terhadap peluru yang ditemukan di kamar Adiguna. Suyitno juga yakin bahwa Adiguna, bersama perempuan berinisial F dan T, berada di lokasi kejadian. Disebut-sebut, perempuan berinisial T inilah sebetulnya yang bisa jadi saksi kunci. Namun, Suyitno Landung tidak mau menjelaskan siapa dia dan menyebutkan nama jelas. Tapi, berdasarkan sumber-sumber detikcom, T ini adalah Tinul, perempuan yang merupakan teman dekat Adiguna. Menurut sejumlah saksi yang tidak mau disebutkan namanya, saat di Fluid Club itu, Adiguna memang bersama Tinul. Bahkan, Tinul juga yang membayar minuman dan makanan yang dipesan Adiguna. Saat itu, Tinul membayar menggunakan kartu kredit BCA, miliknya. Tapi, saat itu, Rudy menolak pembayaran lewat kartu kredit BCA yang disodorkan Tinul dan menyarankan Tinul membayar dengan uang tunai atau kartu kredit lain. Sikap Rudy inilah yang membuat Adiguna naik pitam dan melakukan penembakan terhadap Rudy. Sebenarnya, banyak saksi yang melihat kejadian mengagetkan di pesta pergantian tahun baru itu. Tapi, para saksi tidak berani memberikan kesaksian. Kalau pun mereka bercerita, mereka pun tidak ingin ditulis namanya. Menurut Komjen Pol Suyitno Landung, dengan bukti-bukti yang dimiliki polisi, Adiguna bersama T dan F berada di lokasi kejadian. Bila T adalah Tinul, lantas siapa F? Disebut-sebut, F adalah Ficka, istri muda Adiguna. Tapi, ternyata seorang sumber menyatakan, istri muda Adiguna itu bernama Vicka, bukan Ficka.Dan pada saat kejadian, Vicka tidak berada di lokasi kejadian. Kabarnya, Vicka sedang berada di perumahan Pulomas. Untuk memastikan hal ini, detikcom sudah mencoba menghubungi Vicka pada Senin (3/1/2005). Sayang, Vicka tidak mengangkat teleponnya. Asisten Vicka, bernama Sis juga tidak mengangkat teleponnya saat dihubungi. Sampai kini, T dan F masih menjadi misteri, karena keduanyalah yang diduga mengetahui persis kasus penembakan itu. Ada yang menyatakan, T dan F sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Tapi, memang tidak ada penjelasan resmi dari Polda Metro Jaya. Kapolda Irjen Pol Firman Gani hanya menyebutkan bahwa saat ini sudah diperiksa 12 saksi, tanpa merinci siapa saja mereka. Dan sampai sekarang, baru Adiguna yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Bila saksi kunci berterus terang dan jujur, maka polisi akan makin mudah menjerat Adiguna. Tapi, kalau saksi kunci memberikan keterangan lain, tentu itu tantangan berat Polri.
(asy/)











































