"Pada 2016, saya yakin kita bisa lakukan itu. Karena pada 2015 kita full e-ticketing. Kalau semuanya sudah oke, orang bisa bayar per jarak, itu sesuai harapannya Pak Wagub (Ahok)," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Antonius Kosasih kepada detikcom, Senin (18/8/2014).
Tarif bus dengan sistem jarak seperti itu sebenarnya sudah diterapkan di negara maju seperti Singapura dan Hongkong. Hal ini semacam subsidi silang antara penumpang yang jauh dan penumpang yang dekat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat ditanya lebih jauh, seperti rencana tarifnya, Kosasih enggan menjelaskan. Menurutnya TransJ masih memfokuskan diri untuk penerapan tiket elektronik.
"Tentunya semua orang mau seperti itu kan. Tapi itu nanti target kita yang kedua. Target pertama seluruh koridor harus full e-ticketing agar kita bisa tahu jumlah penumpang TransJ itu setiap hari berapa dan bagaimana profil penggunanya," tuturnya.
(ros/mok)











































