"Ada dua atau tiga partai merapat ke kita. Wah (ciri-cirinya) ndak mau bilang saya. Ciri-cirinya tuh kayak kamu," kata politikus senior PDIP yang juga Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8/2014).
PDIP memang membuka diri masuknya partai koalisi baru. Lantaran posisi koalisi pendukung Jokowi-JK belum menembus 50 persen plus satu. Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani bahkan berharap ada lebih dari dua parpol pendukung Prabowo-Hatta yang merapat.
"Saya berharap sih bukan hanya 2 partai, kalau bisa lebih dari 2 merapat ke kami," ujar putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini, Jumat (15/8) lalu.
Pertanyaan besarnya adalah siapa parpol pendukung Prabowo-Hatta yang sudah menjajaki komunikasi dengan kubu Jokowi-JK?
Saat ini sejumlah parpol pendukung Prabowo-Hatta bergejolak. Sebut saja Golkar yang ramai dengan desakan Munas di 2014 dan kuatnya dukungan ke Jokowi-JK di internal partai beringin. Wajar saja, lantaran Jusuf Kalla yang juga menjadi wapres terpilih pernah menjadi Ketua Umum Golkar.
Gejolak tak hanya di Golkar saja. Pasca kekalahan Prabowo, internal PPP juga bergejolak hebat. Banyak yang mendesak Muktamar segera diagendakan untuk memilih Ketua Umum baru sekaligus menentukan arah koalisi ke depan.
Selain itu kabarnya PD juga mulai melakukan pendekatan ke PDIP. Jubir PD Ruhut Sitompul berharap PD merapat ke kubu Jokowi-JK. Kabarnya PAN juga akan mendapatkan 'perwakilan' menteri di kabinet Jokowi, apalagi Bendahara PAN Wahyu Sakti Trenggono juga terlibat langsung di Kantor Transisi Jokowi.
Lalu partai mana yang akan meloncat ke kubu Jokowi-JK?
(van/trq)











































