Soal Isu Jilbab, Dirjen Bimas Hindu: Jangan Emosional, ini Bukan Representasi Umat Hindu

Soal Isu Jilbab, Dirjen Bimas Hindu: Jangan Emosional, ini Bukan Representasi Umat Hindu

- detikNews
Senin, 18 Agu 2014 09:05 WIB
Jakarta - Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Dirjen Bimas Hindu Kemenag Ida Bagus Yudha Triguna meminta agar masyarakat tetap menjaga keharmonisan kehidupan beragama. Akhir-akhir ini memang berkembang oknum yang memanas-manasi kerukunan beragama di Bali, khususnya soal jilbab.

"Jadi jangan sikapi emosional melainkan sesuatu yang bisa terjadi di mana saja, tapi tidak jadi representasi pikiran umat Hindu keseluruhan," jelas Yudha saat berbincang, Senin (18/8/2014).

Yudha berharap, jangan sampai terpancing dengan isu soal jilbab itu. "Tentu sebagai pembantu menteri saya imbau umat Hindu rukun toleran dan menghargai," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal isu pelarangan jilbab ini bermula pada ramadan kemarin. Ada beberapa BUMN di Bali yang mengeluarkan surat meminta karyawannya memakai pakaian muslim. Surat ini kemudian diprotes The Hindu Center, hingga akhirnya surat itu dibatalkan dan pakaian muslim hanya berlaku bagi karyawan muslim, sebelumnya berlaku untuk semua.

"Wedakarna (pimpinan The Hindu Center, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna-red) ingin tunjukkan kalau di Bali mayoritas umat Hindu, jangan ini dijadikan icon. Kalau toh harus digunakan untuk kaum muslimah," terang dia.

"Oleh karena itu juga seperti umat Hindu kalau dia berada di wilayah lain dengan mayoritas lain, kita berharap tetap menghargai keyakinan dan budaya setempat. Saya minta kawan-kawan Hindu dan yang lain tetap memberikan porsi sewajarnya. Untuk kejadian yang kemarin itu kronologi, seperti itu, tapi saya berharap tidak ada lagi," tutup dia.

(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads