"Mereka tengah dalam perjalanan menuju Cilacap, Jawa Tegah, dari Merak, Banten. Namun saat dalam perjalanan, mereka mengalami kerusakan pada mesin dan jangkar kapalnya sehingga terjebak di perairan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi," ungkap Wakil Komandan Basarnas Sukabumi Zulfikri saat dihubungi detikcom, Minggu (17/8/2014).
Ditambahkan Zulfikri, kapten kapal mengirimkan sinyal permintaan bantuan atau SOS kepada Basarnas. Hal ini karena kapal tidak dapat dikendalikan dan hanya mengikuti ombak dan arus laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 19 orang kru kapal tangker tersebut selamat. Mereka sempat khawatir kapal yang mereka naiki tenggelam akibat kerusakan pada mesin.
"Sebelumnya sempat ada kekhawatiran kapal terbakar dan tenggelam karena mereka mengangkut bahan kimia yang mudah terbakar. Namun setelah diperbaiki beberapa bagian, sejumlah awak akhirnya kembali ke kapal," ujar Zulkifri.
"Saat ini mereka membawa kapal tangkernya ke Jakarta, diderek menggunakan Tugboat karena rusaknya mesin membuat mereka tidak bisa memaksakan membawa tangker tersebut sampai tujuan. Meski begitu tim Basarnas melakukan pemantauan selama perjalanan kapal Tangker itu," tambahnya.
(vid/vid)











































