Dubes Djauhari Oratmangun mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah barang gratisan. Melainkan melalui sebuah perjuangan yang luar biasa. Dari sekedar korban tenaga hingga tetesan darah. Karenanya kemerdekaan harus tetap dijaga dan disyukuri.
Tanpa banyak yang menyadari ternyata perkembangan Indonesia sangat pesat. Tahun 1945, Indonesia masih termasuk negara paling miskin di dunia. Saat ini sudah menjadi anggota G20. "Ini adalah kemajuan yang nyata," ujarnya.
Yang harus disadari juga adalah soal perkembangan demokrasi yang sangat cepat. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara paling demokratis di muka bumi. Tidak mudah melaksanakan pemilu untuk lebih 130 juta warga di lebih 10 ribu pulau dan di luar negeri.
"Salah satu buktinya adalah pemilu legislatif dan Presiden yang berlangsung aman dan bebas. Dinamika yang ada sampai saat ini juga merupakan sinyal demokrasi dan sistem penegakan hukum yang mantab," tambahnya.
Tantangan kedepan ditenggarai masih akan terus ada seiring dengan perubahan dan tuntutan masyarakat. Sangat diyakini hasil keputusan MK akan kredibel dan memberikan legitimasi bagi Presiden baru Indonesia.
"Presiden baru akan mengantarkan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita yang dicetuskan oleh para pahlawan. Sesuai Spirit 45. Menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Mari kita songsong Indonesia baru," ujarnya.
(rmd/rmd)











































