Muhammadiyah Minta Pengasuh Sesuai Agama Anak Aceh

Muhammadiyah Minta Pengasuh Sesuai Agama Anak Aceh

- detikNews
Senin, 03 Jan 2005 17:36 WIB
Yogyakarta - Ribuan anak yatim piatu dan anak terlantar akibat korban bencana tsunami di Aceh akan ditangani oleh Muhammadiyah. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah meminta PP Aisyiah -- organisasi kewanitaan Muhammadiyah -- untuk segera turun tangan.Hal itu dikatakan oleh Bendahara PP Muhammadiyah Ir HM Dasron Hamid MSc kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Senin (3/1/2005).Dasron juga mengharapkan anak-anak korban tsunami Aceh itu harus ditampung sesuai dengan agama yang dianut anak-anak yang bersangkutan. "Kita tidak ingin ada misi-misi tertentu sehingga dapat menjaga hubungan antaragama yang sudah terjalin dengan baik saat ini," tegasnya.Dalam rapat terbatas di Istana Presiden hari ini sebelumnya juga diputuskan tata cara mengadopsi anak Aceh. Yang pertama, anak Aceh dalam sebulan ini tidak boleh keluar dari Aceh, paling jauh di Sumut. Kedua, pengadopsi harus beragama Islam karena mayoritas anak Aceh bergama Islam.Lebih lanjut Dasron mengatakan, PP Aisyiah saat ini tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak korban tsunami agar tertampung di panti-panti asuhan. Apabila tidak dapat tertampung, akan dilakukan dengan cara sistem non panti, namun bukan diadopsi. Sistem non panti ini dengan cara menawarkan kepada keluarga-keluarga anggota Muhammadiyah yang bersedia menampung mereka."Untuk anak yatim piatu akan kita tampung di berbagai panti asuhan milik Muhammadiyah yang masih bisa menampung mereka. Saat ini sudah ada sekitar 300-an anak yang sudah tertampung di panti asuhan milik Muhammadiyah di Jakarta," kata Dasron.Sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa, kata Dasron, PP Muhammadiyah telah mengistruksikan Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) untuk membebaskan mereka dari membayar SPP. Pelajar/mahasiswa asal Aceh yang akan dibebaskan membayar SPP terutama yang belajar di lembaga pendidikan milik Muhammadiyah."Mereka akan kita bebaskan bayar SPP, tapi sampai kapan itu akan kita lihat perkembangannya nanti," ujarnya.Saat ini Muhammadiyah belum bisa menghitung jumlah kerugian yang diderita oleh badan-badan amal usaha milik Muhammadiyah di Aceh. Untuk membantu rakyat Aceh selain membuka dompet amal, pada tahap pertama Muhammadiyah sudah memberangkat relawan ke Aceh yang terdiri tim kesehatan baik dokter, perawat, tim psikolog dan bantuan obat-obatan. "Untuk tahap kedua rencananya akan mengirimkan tenaga teknis untuk mencari sumber-sumber air dan membangun jaringan instalasi air yang telah rusak," demikian Dasron. (nrl/)



Berita Terkait