Keempatnya adalah Lidya Juliana Tumoka (22), Rafika Waworuntu (20), Novita Hariminggu (20) dan Sherly Carlos (20), semuanya mahasiswi English Education Department, yang tergabung dalam mahasiswa pencinta alam Aesthetica Fakultas Bahasa dan Seni Unima.
Gubernur mengatakan para mahasiswi ini nantinya akan menjadi duta bangsa yang akan mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Provinsi Sulut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelepasan itu sendiri dilakukan dengan cara pemberian bendera merah putih kepada 4 mahasiswi ini yang nantinya dapat dipancangkan pada puncak gunung setinggi 5.895 Mdpl.
Sementara itu, Lidya Tumoka mengatakan persiapan sudah berjalan sejak bulan September 2013 lalu, dengan melakukan training center (TC) di seluruh gunung di Sulawesi Utara. TC yang diikuti 6 mahasiswa ini kini tinggal 4 saja yang mampu bertahan.
"Gunung Klabat, Soputan dan lainnya sudah didaki. Agustus ini adalah pemantapan dan persiapan kami sudah 90 persen," ujar Lidya kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, sebagai persiapan akhir, akan dilakukan pemusatan latihan lagi di gunung Lantimojong, Sulawesi Selatan, untuk menyeleksi lagi untuk mendapatkan 2 orang yang nantinya akan berangkat ke Tanzania, Afrika.
"Akan dilihat kemampuan kami dalam beradaptasi dengan cuaca dan ketinggian. Disana (Lantimojong) cuacanya nyaris mempunyai kesamaan," terang Lidya.
Mengenai pembiayaan, kata Lidya, didapatkan dari universitasnya sendiri serta pemberian Bupati Minahasa Selatan, Tety Paruntu. Mereka juga sedang melakukan penjajakan dengan pemerintah provinsi, karena biaya yang dibutuhkan belum cukup karena sangat besar.
"Perkiraannya sekitar Rp 30 juta per orang. Kami berikan proposal, tapi mungkin masih dalam proses," tandas Lidya.
"Rencananya 1 September ini, 2 orang yang lolos seleksi sudah akan berada di Tanzania Afrika untuk melakukan pendakian," pungkasnya.
(try/rmd)











































