"Apabila tanggal 21 Agustus putusan MK nanti mengalahkan koalisi Merah Putih, maka konsekuensi dari semua itu PPP bersama partai yang berada di koalisi Merah Putih siap menjadi oposisi," kata pria yang kerap disapa Romi ini di Nusantara Polo Club (NPC), Cibinong, Minggu (17/8/2014).
Partai berlambang kakbah ini memang sudah cukup malang melintang di percaturan politik Indonesia. Bahkan, Romy mengatakan partainya pernah berada di luar pemerintahan selama 26 tahun. Sehingga kalaupun harus menjadi oposisi, itu bukanlah masalah besar bagi PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan mau dibawa ke mana arah PPP ini, tambah Romi, akan diserahkan pada Ketua Umum terpilih berikutnya.
"Tentu kalau setelah pergantian ketum, kita serahkan pada ketum berikut. Tetapi partai sekarang tetap berada di Merah Putih seperti keputusan institusional pada Rapimnas lalu," ujar pria asal Sleman ini.
Bicara soal posisi Ketua Umum partainya saat ini, dia menegaskan masih diduduki oleh Suryadharma Ali (SDA). Romi juga memastikan hubungannya dengan koalisi Merah Putih semakin baik dan tetap solid.
"Selama partai belum mengambil keputusan lain, maka dia (SDA) akan tetap berada di (koalisi) merah putih," pungkasnya.
(aws/trq)











































