Diikuti sekitar 200 orang, Tim SAR bersama relawan dan warga awalnya menggelar upacara Peringatan Kemerdekaan ke 69 di bibir pantai Baron kecamatan Tanjungsari Gunungkidul. Meski sesekali dihantam ombak yang datang ke tepian, upacara ala tim pencari dan penyelamat ini berlangsung khidmat.
"Kita sengaja menggelar di tepian dulu untuk memberi kesempatan warga dan wisatawan untuk mengikuti upacara Peringatan Kemerdekaan ini", kata Marjono, Koordinator SAR Gunungkidul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tetap antisipasi jika ada yang kelelahan karena saat ini ombak cukup besar dan susah dilalui. Maka kita kerahkan dua kapal dan dua jet sky", tambah Marjono.
Bendera merah putih ini selanjutnya ditancapkan pada batang pohon pisang yang ditempatkan pada pelampung berupa ban mobil dan diikat tali. Meski awalnya basah air laut, sesaat kemudian bendera merah putih yang telah berdiri tegak ini kering diterpa angin laut dan berkibar di tengah samudra.
"Keseharian kita tak pernah jauh-jauh dari laut. Makanya kita menggelar upacaranya juga di laut. Tapi ini sekaligus sebagai bentuk aspirasi kita agar kemerdekaan ini menjadi momentum bagi pemerintahan mendatang untuk memperhatikan dunia wisata dan dunia bahari", kata Siswanto, salah satu personel SAR Gunungkidul.
Β
Upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia di tengah laut ini tidak saja menjadi upacara yang penuh tantangan. Gelaran ala personel SAR ini juga menjadi daya tarik bagi wisawan yang tengah berkunjung di Pantai Baron.
(rmd/rmd)











































