Awalnya, Supadi ditugasi ketua RW menjadi komandan dan bertanggungjawab menggelar upacara memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-69 di kampungnya.
Supadi kemudian menentukan tempat di tugu Soeharto yang berada di sungai tidak jauh dari kampung karena memiliki nilai sejarah. "Survei lapangan, kemudian ditentukan di sini (Tugu Soeharto) karena bersejarah," kata Supadi kepada detikcom, Minggu (17/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya buat tiang ini dan sebagainya, kemudian saya agendakan gladi bersih tanggal 3 Agustus kemarin," katanya.
Namun ia kecewa karena gladi bersih tersebut tidak terlaksana karena tidak ada warga yang datang. Semangat Supadi tidak langsung turun, ia justru bernazar jika upacara bisa terlaksana, maka dirinya akan langsung lompat ke sungai yang berada di pinggir tugu Soeharto.
"Gladi bersih itu saja tidak terlaksana, terus saya nazar kalau bisa terlaksana dan sukses, saya njegur kali," ujar dia.
Sempat was-was, Supadi akhirnya lega karena warga ternyata berdatangan ke Tugu Soeharto yang terletak di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur. Puluhan warga yang mengenakan batik kemudian melakukan gladi bersih sekitar pukul 08.15 WIB.
Sekitar 30 menit, upacara tersebut berjalan lancar dan khitmad. Supadi pun sudah siap untuk melakukan nazarnya. Maka usai upacara, ia melepas sepatunya dan mengalungkan bendera merah putih di leher kemudian melaompat ke sungai.
"Merdeka!" teriak Supadi sambil melompat dan mengangkat tangannya.
Supadi merasa besyukur karena ia merasa rasa nasionalisme warga yang semakin berkurang bisa kembali tumbuh dengan wujud mengikuti upacara bendera.
"Warga itu nasionalismenya sudah berkurang. Tapi bersyukur akhirnya upacara bisa terlaksana," tegasnya.
Sementara itu ketua RW setempat, Suharno mengatakan lokasi pelataran Tugu Soeharto dipilih karena memiliki nilai sejarah yaitu saat Soeharto bertugas di Semarang dan menyelamatkan warga dari serangan Belanda.
"Pelataran Tugu Soeharto ini sejarah anak bangsa Republik Indonesia yang akhirnya menjadi presiden. Biasanya 1 Muharam untuk berendam warga," imbuh Suharno.
(alg/fdn)











































