"Dilihat dari kronologis kejadiannya dan tanda-tanda yang ada pada tubuh korban, kematian Iptu Abdul Salam bin Ismail sepertinya bukan sekedar kecelakaan lalu lintas biasa apalagi penyebabnya kecelakaan tunggal. Sehingga tidak heran jika menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat mengenai hal tersebut," ungkap pengamat kepolisian Aqua Dwipayana, Minggu (17/8/2014).
Untuk menghentikan spekulasi di masyarakat yang bisa berakibat kontraproduktif bagi Polri, maka Polri harus bekerja keras segera menuntaskan penyelidikan kematian Kapolsek tersebut
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franki Sompie mengatakan, kejanggalan itu berupa kebiasaan korban yang sehari-harinya mengendarai mobil, maka di hari kejadian ini, Sabtu (16/8) korban mengendarai motor.
Selain itu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis dari Puskesmas Ambalawi terhadap korban, menemukan pada tubuh korban luka memar di bagian mata kiri dan luka bolong pada kepala bagian belakang sekitar 2 cm lebih.
Sedangkan di bagian belakang helm yang digunakannya ditemukan lubang. Juga senjata api korban belum ditemukan meskipun telah dilakukan pencarian di tempat kejadian perkara namun hasilnya nihil.
"Berbagai kejanggalan yang ditemukan terhadap korban dan kondisi di lapangan membuat banyak spekulasi tentang penyebab kematiannya beredar luas di masyarakat. Agar hal itu tidak menjadi seperti bola liar yang sulit dikendalikan maka pihak Polri harus bekerja dengan cepat untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujar Aqua.
Kandidat doktor Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini yakin Polda NTB dalam waktu dekat dapat menuntaskan penyidikannya dan mengungkap secara detil penyebab kematian Kapolsek tersebut.
Jika memang disebabkan pihak lain agar dapat diungkap juga pelakunya dan motif melakukannya pada korban. Kepada Polda NTB, tambah Aqua, agar menginfokan ke masyarakat lewat media setiap perkembangan penyelidikannya.
"Jangan ada informasi yang disembunyikan. Ini sangat penting terutama untuk menghentikan kesimpangsiuran informasi dan berbagai spekulasi yang sedikit banyak merugikan Polri sebagai institusi," tegasnya.
Kepada seluruh anggota Polri, Aqua menyarankan agar mereka selalu waspada, mawas diri, dan hati-hati. Sebab setiap saat nyawa mereka terancam terutama dari incaran orang-orang atau kelompok-kelompok yang selama ini tidak suka Polri makin eksis atau pernah punya masalah dengan Polri.
"Seluruh anggota Polri harus memiliki rasa aman dalam diri masing-masing. Itu sangat penting agar mereka bisa bekerja dengan tenang. Sehingga di mana pun mereka berada sewaktu-waktu dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkannya," sambung Aqua.
(fdn/rmd)











































