"Waktu itu saya bersama 3 teman dari Belanda. Kita pergi jalan-jalan dari kafe. Abis itu kita mau pindah ke tempat lain ke kafe di Plaza Indonesia. Waktu ke Jalan Sudirman di belokannya diberhentikan, saya kurang tahu nama daerahnya tapi memang rada gelap," kata David ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (16/8/2014).
David yang fasih berbahasa Indonesia itu mengatakan kejadian itu terjadi pada Sabtu (9/8) lalu sekitar pukul 24.00 WIB. Dia mengaku diminta keluar oleh 2 orang yang berseragam polisi dan mengendarai 2 motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua orang berseragam itu lalu meminta David untuk ikut ke kantor dan membayar uang sebesar Rp 6 juta atau membayar di tempat sebesar Rp 3 juta. Namun David menolak.
"Dia bilang kamu harus bayar Rp 6 juta atau cash Rp 3 juta, baru bisa jalan lagi. Saya bilang itu mahal banget, dia turunin Rp 1,5 juta, saya bayar and then saya sama teman-teman terus boleh pergi lagi," ucap David yang malam ini hendak pulang ke Belanda. Pengalaman ini cukup mengecewakan bagi turis seperti dia.
David mengaku syok karena baru kali pertama dipalak seperti itu. Sayangnya, dia tidak mengingat nama kedua oknum itu. Ketiga temannya juga sempat mempermasalahkan perilaku 2 oknum itu.
"Saya nggak tahu laporin ke mana, dan itu jam 12 malam saya nggak enak untuk telepon teman atau siapa. Ini saya cerita saja ke teman-teman soal ini, kan tidak bagus seperti itu," sesal David.
Soal oknum berseragam itu belum bisa dipastikan apakah ini memang polisi atau orang yang mengaku-ngaku polisi. Bisa saja ada orang yang memakai seragam polisi dan sengaja menjelek-jelekkan polisi.
Pastinya kalau memang itu oknum polisi, kerap kali baik Mabes Polri ataupun Polda Metro Jaya memberikan imbauan. Kalau ada polisi nakal, catat nama dia dan kesatuannya kemudian laporkan ke Propam. Dijamin diusut.
(dha/ndr)











































