Tim Transisi Jokowi Bahas Tentang Penghematan Pengeluaran Negara

Tim Transisi Jokowi Bahas Tentang Penghematan Pengeluaran Negara

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2014 16:07 WIB
Tim Transisi Jokowi Bahas Tentang Penghematan Pengeluaran Negara
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah membacakan RUU APBN 2015 dan nota keuangan 2015 di sidang paripurna DPR. Tim Transisi Jokowi-JK belum membahas RAPBN tersebut dan saat ini fokus tentang penghematan pengeluaran negara.

"Beberapa hari ini banyak review, bukan APBN tapi penghematan. Tantangan kita untuk mengurangi pengeluaran dan tidak menimbulkan masalah," kata Deputi Kantor Transisi, Anies Baswedan, di Kantor Transisi Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2014).

Anies mengakui penghematan itu akan menempuh sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah subsidi BBM dan pemangkasan program-program rutin. "Kita punya challenge dengan subsidi BBM yang cukup besar dan harus ada penghematan-penghematan," ujar Anies.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program rutin-rutin apa masih harus dilakukan. Misalkan perjalanan dinas. Lihat saja tahun 2012 Rp 2,9 triliun, di 2013 jadi Rp 32 triliun," sambung penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini.

Anies menyoroti dana desa dalam RAPBN yang jumlahnya tidak sesuai ekspektasi. Padahal, dana desa adalah salah satu yang dijanjikan oleh Jokowi di masa kampanye.

"Anggaran untuk desa, di nota keuangan hanya Rp 9 triliun, ini harus kita cek ulang," ujar mantan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini.

Ia menuturkan bahwa peluang dilakukannya perubahan pada APBN yang telah diresmikan pun terbuka lebar.

"Peluang APBN-P jauh lebih besar karena periode pergantian," tutur Anies.

(imk/aan)


Berita Terkait