Ini Tampang Pelaku yang Membunuh dan Memutilasi 7 Bocah di Riau

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2014 10:10 WIB
foto: istimewa
Jakarta -

Inilah wajah aktor kasus pembunuhan sadis dengan 7 korbannya di Riau. Dia adalah Muhamad Delfi dan Sopiyan yang kini mendekam di sel Polres Siak.

Terlihat dalam foto ini, ada dua pria bertelanjang dada. Posisi sebelah kanan dalam foto tersebut dengan postur tampak gemuk, adalah Muhamad Delfi (19). Delfi adalah otak pembunuhan dari 7 korban mutilasi yang terjadi di Riau.

Gambar posisi sebelah kiri, dengan perawakan postur lebih kecil adalah Sopiyan (26). Tersangka Sopiyan ini ikut telibat dalam kasus mutilasi.

Terlihat dalam foto tersebut kedua tangan tersangka diletakan di belakang untuk diikat secara bersamaan. Kedua wajahnya terlihat sembab.

Dalam kasus mutilasi ini, ada 4 tersangka. Selain Delfi dan Sopian ada lagi Dita (19) yang tak lain istri dari Delfi. Tersangka selanjutnya, Diky (16) seorang pelajar SMU kelas II. Mereka semuanya tinggal di Desa Pinang Sebatang Timur, di Kota Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

Kasus pembunuhan ini, terjadi sejak tahun 2013 hingga 2014. Untuk tahun 2013 ada 4 korban jiwa. Pelakunya saat itu masih Delfi dan Dita. Mereka melakukan atas perintah dukun yang tak lain ayah kandung Delfi. Alat vital korbannya dipotong untuk diberikan ke dukun.

Tahun 2014, ada 3 korban yang dibunuh tersangka Delfi dan Dita. Namun kali ini melibatkan Sopiyan dan Diky. Tiga bocah mereka bunuh secara sadis dan biadap.

Bagaimana tidak sadis, alat vital bocah itu dipotong dengan pisau kater dalam keadaan hidup. Dita adalah eksikutor memotong kelamin para korbannya secara hidup-hidup. Setelah menjerit, wajah korbannya dibekap. Setelah itu lehernya digorok hingga putus dengan eksekutor Delfi. Selanjutnya memotong tangan dan kaki dilakukan eksekutornya Sopiyan.

"Setelah itu, bagian tubuh. Itu dikuliti mereka. Dagingnya mereka kumpulkan dalam kantong plastik. Lantas mereka jual daging itu ke warung tuak dengan alasan daging biawak," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait kepada detikcom, Sabtu (16/8/2014). Komnas PA terjun ke Riau untuk mengumpulkan sejumlah keterangan terhadap tersangka atas kasus mutilasi tersebut.

"Peran Diky status pelajar itu, mengumpulkan daging cincangan tadi dimasukan dalam plastik. Dia dia bertugas mengumpulkan tulang belulang untuk ditutupi dengan daun," kata Arist.

Sedangkan 3 alat vital yang dipotong dalam keadaan korbannya masih hidup, menurut Arist, dijadikan mainan untuk Dita dan Delfi. Alat vital itu mereka yakini bisa menambah gairah seks untuk mereka berdua.

Komnas PA menilai, kasus pembunuhan ini sudah terencana dengan baik. Sebab, menurut pengakuan tersangka, mereka lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum membunuh.

"Mereka sudah siapkan kantong plastik, parang, pisau untuk menguliti dan mengumpulkan dagingnya. Jelas ini sudah pembunuhan terencana," kata Arist Merdeka Sirait.

(cha/ndr)