Empat supir bus tertidur pulas di Terminal Manggarai, Jakarta Selatan. Tanpa alas tidur mereka meringkuk di pojokan lantai dua terminal yang terlihat sepi pengunjung.
Salah satu supir bus yang sudah bangun mengatakan dirinya dan teman-teman sesama supir bus tidur di terminal karena ingin beristirahat setelah berjam-jam menarik bus. Selain itu dirinya menganggap sejak terminal direvitalisasi setahun lalu, terminal lebih nyaman dari yang sebelumnya.
"Ya disini buat istirahat aja, misalnya malem terus siang-siang abis narik. Terus lebih nyaman aja sekarang, lebih tertata lah," ujar Rohman, salah satu supir bus 66 di Terminal Manggarai saat ditemui detikcom, Jumat (15/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disini kan buat istirahat, kalo ada anak jalanan yang mau mabok kita usir-usirin lah. Kan nanti nama kami yang jelek, kami kan yang setiap hari di sini," kata Rohman.
Berbekal nama 'modern' Terminal Manggarai yang diresmikan 16 April 2014 ini tidak berfungsi secara maksimal. Empat lantainya terlihat sepi aktivitas, eskalator dan liftnya hanya difungsikan sewaktu-waktu karena banyak penumpang naik/turun tanpa melewati bangunan utama terminal yang sudah disediakan.
"Paling saya nyalakan seminggu sekali, sejam dua jam biasanya untuk memanaskan doang," ujar Kepala Terminal Manggarai Mohamad Hodir (53).
(mpr/mpr)











































