Komunitas Lamborghini Apresiasi Polisi yang Berani Menilang Ferarri

Komunitas Lamborghini Apresiasi Polisi yang Berani Menilang Ferarri

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2014 02:06 WIB
Komunitas Lamborghini Apresiasi Polisi yang Berani Menilang Ferarri
Jakarta - Wakil Ketua Dream Club Indonesia Wahyu Dewanto mendukung sikap Polri yang menindak tegas pemilik Mobil Ferrari karena ngebut di jalan Tol dalam kota arah Cawang menuju Semanggi. Dia menilai langkah polisi yang menindak mobil mewah, malah perlu diberikan penghargaan.

"Polisi yang berani menindak mobil mewah, saya usulkan diberikan reward," kata Wahyu Dewanto dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (15/8/2014).

Dream club yang merupakan perkumpulan pecinta super car Lamborghini menilai di Jakarta sendiri cukup banyak kendaraan mewah berbagai merk yang berlalu lalang seperti ferrari, porche, lamborghini, bentley, dan lain-lain. Kendaraan ini rata-rata berharga lebih dari Rp 1 miliar. Sementara yang menjadi catatan tidak sedikit dari beberapa mobil mewah tersebut yang tidak memiliki surat-surat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai penikmat seni mobil, saya juga pernah mendengar hal tersebut dari kawan-kawan. Patut disayangkan. Yang dirugikan adalah masyarakat. Potensi pajak mobil mewah akan hilang, mereka tidak mendaftarkan mobil mereka ke kantor pajak daerah. Ini tentu pelanggaran yang harus ditindak," katanya.

Wahyu menilai bagi siapa yang terbukti melanggar mesti dikenai denda dan di proses hukum. Sedangkan untuk membuat efek jera pelanggar lalu lintas, terutama kendaraan mewah, Wahyu usul selain dikenakan denda dapat juga dilakukan publish ke media atau social media bagi mereka yang melanggar.

"Sekali lagi saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada polisi yang berani menangkap mobil ferarri kemarin. Semoga langkah tersebut menjadi preseden bagi pemilik mobil mewah lain untuk tertib berlalu lintas dan segera melengkapi surat kendaraanya jika memang belum lengkap," jelas Wahyu yang kini duduk sebagai anggota DPRD DKI.

(rvk/mpr)


Berita Terkait