172 Kecamatan dan 1.550 Desa di Aceh Lumpuh
Senin, 03 Jan 2005 16:31 WIB
Jakarta - Hingga hari ke-9 bencana tsunami dan gempa, sebanyak 172 kecamatan dan 1.550 desa di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tidak berfungsi. Depdagri akan mengirimkan pejabat eselon I-IV dan ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu menjalakan roda pemerintahan.Pemberangkatan pejabat Depdagri dan praja IPDN dilakukan secara bertahap. Pemberangkatan pertama, Senin (3/1/2005) ini, sebanyak 100 praja tingkat III dan pengasuh IPDN. Selain itu juga dan 8 orang tim dari Telkom beserta stafnya.Selanjutnya, Selasa (4/1/2005) besok akan diberangkatkan 108 orang yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV dan praja. Mereka terdiri dari 8 pejabat Depdagri dan 100 orang praja dan pengasuh IPDN. Kemusian juga dari Medan akan diberangkatkabn 57 praja menuju Aceh Timur dan Langsa."Mudah-mudahan dengan satgas yang sudah turun ke Kabupaten maka hari ini bisa dapat berjalan roda pemerintahan. Paling tidak upaya untuk memperkuat pemerintanan di sana sudah bisa berjalan," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf usai melepas pemberangkatan pejabat depdagri dan praja tersebut, di kantor Depdagri, Senin (3/1/2005). Mendagri menyatakan, para praja akan ditempatkan di Aceh dalam kurun waktu 1 bulan untuk melakukan pendampingan. Namun bila masih diperlukan lagi, Depdagri akan memperpanjang atau mengirim mereka kembali ke Aceh. Kepala Pusat Kegiatan Strategik Depdagri Sapto menambahkan, para praja itu di Aceh mempunyai lima tugas. Pertama, menginventarisasi korban termasuk PNS, kerugian, kerusakan sarana dan prasarana perkantoran dan fasilitas umum.Kedua, menginventarisasi data dukungan sarana, normalitas lingkungan dan penanganan korban luka-luka serta pengungsi. Ketiga, memperlancar ketersediaan dan distribusi logistik. Keempat, pengorganisasian dan melakukan evaluasi, normalisasi lingkungan dan penanganan pengungsi. Kelima, pengadministrasian seluruh bantuan.Sapto menjelaskan kabupaten Banda Aceh terdiri dari 9 kecamatan, Aceh Besar 22 kecamatan, Pidie 28 kecamatan, Bireuen 10 kecamatan, Aceh Utara 22 kecamatan, Lhokseumawe 3 kecamantan. Kemudian Langsa 13 kecamatan, Aceh Jaya 6 kecamatan, Aceh Barat 9 kecamatan, Nagan Raya 5 kecamatan, Aceh Barat Daya 6 kecamatan dan Aceh Selatan 10 kecamatan.Depdagri akan mengembangkan konsep-konsep darurat untuk mensiasati rusaknya infrastruktur di Aceh. Misalnya akan didirikan tenda-tenda di lapangan sebagai ganti kantor yang rusak.
(iy/)











































