"Kalau dari DPD I kan dari 31 suara kan masih solid menyatakan dukungan untuk Munas tahun depan. Pokoknya apapun itu nanti putusan pak ARB," kata Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Dia menambahkan, sejauh ini suara dari 31 DPD masih menyatakan dukungannya agar Munas digelar tahun depan. Suara dominan DPD ini sama dengan apa yang diinginkan Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana dengan arah koalisi Golkar yang sudah menyatakan siap menjadi oposisi jika Jokowi-JK menang dalam sidang sengketa Pilpres? Nurul menilai sikap ini perlu dihormati sebagai putusan yang akan memberikan warna baru bagi Golkar.
"Budaya politik baru yang dijalankan Golkar, warna baru yang bisa diadopsi Golkar," sebutnya.
Disinggung jika ada tawaran menjadi salah seorang timses kandidat ketum Agung Laksono, dia menilai hal itu sebagai kehormatan. Adapun Agung adalah Wakil Ketua Umum Golkar yang ingin menggelar Munas pada Oktober 2014.
"Saya masih wait and see karena saya sendiri ingin hal sedikit berkurang dari kegiatan politik terutama dari internal yang masih gonjang-ganjing kan begitu. Tapi, saya kira itu suatu kehormatan buat saya," katanya.
(hat/dnu)











































