"Dipindahkan ke tempat yang lebih berestetika," terang Asvi saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/8/2014).
Patung itu dibangun di masa peralihan orde lama ke orde baru sekitar 1964-1965. Patung digagas Soekarno yang terinspirasi kesuksesan Yuri Gagarin ke luar angkasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di masa orde baru patung tak dianggap, patung itu pun tak pernah diresmikan sampai saat ini. Bahkan dahulu, ketika 'diasingkan' Soekarno sampai menjual mobil untuk biaya patung itu. Orde baru tak mau keluar uang.
Seiring waktu patung itu seperti dilupakan. Bahkan sampai dikepung jalan layang. Padahal di negara Eropa, monumen atau patung seperti patung Pancoran bisa menjadi tempat wisata.
"Memang akan memakan biaya untuk pemindahan, tapi mesti dipikirkan estetikanya. Patung itu juga sebaiknya diresmikan ulang, mungkin oleh Ahok atau Jokowi pada hari pahlawan," tutup Asvi
(ndr/mad)











































