Pemerintah Larang Anak Korban Tsunami Keluar dari Aceh

Pemerintah Larang Anak Korban Tsunami Keluar dari Aceh

- detikNews
Senin, 03 Jan 2005 15:39 WIB
Jakarta - Pemerintah memutuskan melarang anak-anak yatim piatu korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut ke luar dari kedua wilayah tersebut sampai batas waktu satu bulan dari sekarang. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka.Larangan tersebut diungkapkan Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi usai rapat terbatas mengenai pengadopsian anak korban gempa dan tsunami Aceh dan Sumut di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, (3/1/2004).Rapat terbatas ini dihadiri Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menneg Pemberdayaan Perempuan Muthia Farida Hatta Swasono, Menneg Kominfo Sofyan A. Djalil, Sekjen Depsos Ruhadi dan ormas-ormas Islam, seperti MUI, NU dan Muhammdiyah."Di Aceh dulu, harus diproses dulu, diverifikasi. Kalau sudah boleh dibawa pulang, waktunya selama satu bulan," kata Kalla.Berdasarkan hasil rapat yang dibacakan langsung oleh Kalla disebutkan, yang akan mengadopsi anak-anak yatim piatu asal Aceh harus beragama Islam. "Karena Aceh itu mayoritasnya Islam, maka diprioritaskan yang boleh mengadopsi harus beragama Islam," kata Kalla.Selain itu, juga diputuskan pemerintah akan membuat penampungan sementara di wilayah NAD bagi para anak yatim piatu tersebut. "Anak-anak boleh ke luar dari Banda Aceh, tapi yang diprioritaskan wilayah Sumut dan tidak boleh ke luar Sumatera," ujarnya.Karena banyaknya lembaga yang ingin menampung anak-anak tersebut, maka pemerintah mensyaratkan lembaga tersebut harus memiliki keinginan bekerja, memiliki keahlian dan pengalaman untuk mengelola panti asuhan."Di sana banyak orang yang berotot, tapi yang dibutuhkan orang-orang yang punya keahlian," kata dia.Mengenai imbauan Presiden SBY agar setiap menteri menjadi anak asuh bagi anak-anak tersebut, Kalla menyebutkan sejauh ini belum ada perkembangan baru. "Belum, AA Gym (Kyai Abdullah Gymnastiar) saja baru mau," katanya.Sementara itu, pemerintah besok akan mengirim kembali 30 orang relawan yang dipimpin Sekjen Depsos. (umi/)



Berita Terkait