Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan tidak ada perpecahan antara dia dan PKB. Menurutnya hubungan dengan PKB sejauh ini baik, bahkan dia sudah bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK dari PKB, Marwan Jafar.
"Wong tiap hari kita ketemu kok, polemik apa. Wong nggak ada apa-apa, kaya panas saja," kata Jokowi usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden SBY menyambut HUT ke-69 RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).
Jokowi mengungkapkan pertemuan dengan Marwan dilakukan untuk membahas banyak hal untuk memimpin Indonesia di masa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan antara Jokowi dan PKB dikabarkan merenggang karena PKB meminta jatah kursi menteri dalam kabinet Jokowi. Padahal di awal koalisi saat ajang Pilpres Juli lalu, Jokowi sudah mengatakan koalisi yang diusungnya adalah koalisi tanpa syarat, tanpa bagi-bagi kursi menteri.
Namun setelah Jokowi ditetapkan KPU menjadi pemenang Pilpres, sejumlah elite PKB tak malu menyebut nama-nama menteri yang diharapkan masuk kabinet Jokowi. PKB menjadi yang paling aktif melontarkan wacana soal penunjukan menteri dari partainya, termasuk menyiapkan 10 nama menteri dan mengingatkan soal jatah menteri agama.
Jokowi tak keberatan menerima masukan soal nama-nama menteri, namun dia melontarkan gagasan agar tokoh-tokoh yang jadi menterinya nanti melepas jabatan parpol. Hanura dan NasDem menerima gagasan Jokowi, PDIP memberikan dukungan, hanya PKB yang resisten.
(slm/nrl)











































