3 TKI asal Jateng Tertahan di Batam karena Tsunami
Senin, 03 Jan 2005 14:44 WIB
Semarang - Gempa dan tsunami di Aceh memang telah meluluhlantakkan jalur transportasi. Karenanya, tiga orang TKI asal Jateng yang seharusnya sudah tiba, masih tertahan di Batam.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Diah Anggraeni menyatakan, tiga TKI itu berasal dari Banyumas, Kendal, dan Pati. Sejak dua minggu lalu mereka berada di penampungan. Hingga kini, mereka masih menunggu kondisi Aceh dan sekitarnya membaik."Pada malam tahun baru kemarin, 232 TKI tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Untung saja, mereka berangkat sebelum tsunami terjadi. Sehingga mereka selamat sampai di sini," kata Diah yang ditemui di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (03/01/2005).Ke-232 TKI yang mendapatkan amnesti dari Pemerintah Malaysia itu sudah dipulangkan ke daerah masing-masing, kata Diah. Mereka difasilitasi dengan beberapa bus dan uang saku sebanyak Rp 25 ribu per orang.Diah mengaku hingga saat ini pihaknya belum tahu pasti jumlah TKI asal Jateng. Pasalnya, sebagian TKI kembali dengan fasilitas amnesti dan sebagian lainnya pulang dengan biaya sendiri. Terlebih lagi, tim pemulangan TKI juga belum melaporkan secara detail."Di Nunukan, dari 237 orang TKI asal Jateng 15 orang di antaranya belum dipulangkan. Sementara 150 KK lainnya tidak mau pulang. Mereka memilih bekerja di sana, di daerah Menggaris. Kalau untuk TKI yang lewat Kuala Lumpur, kami sama sekali tidak tahu," ungkapnya.Diah menjelaskan, berdasarkan rapat Konsulat Jendral Johor Baru amnesti diperpanjang hingga 1 Februari mendatang. Dengan demikian, TKI masih punya peluang untuk tidak dideportasi. Hal itu juga dilakukan akibat adanya tsunami."Kami berharap bencana di Aceh bisa jadi pertimbangan untuk tidak mendeportasi TKI kita," demikian Diah Anggraeni.
(nrl/)











































