Ada Penurunan Maba, Unas Tak Khawatir dengan Pengungkapan Kasus Narkoba

Ada Penurunan Maba, Unas Tak Khawatir dengan Pengungkapan Kasus Narkoba

- detikNews
Jumat, 15 Agu 2014 01:18 WIB
Ada Penurunan Maba, Unas Tak Khawatir dengan Pengungkapan Kasus Narkoba
Jakarta - Otoritas Universitas Nasional (Unas) mengaku ada tren penurunan mahasiswa baru dengan maraknya kasus narkoba di kampusnya. Meski begitu, pihak Unas mengaku tak khawatir untuk mengungkap aib kampusnya sendiri itu demi pemberantasan narkoba.

Langkah otoritas Unas yang memberlakukan jam malam dan pelarangan menginap di kampus kepada mahasiswa berawal dari banyaknya keluhan dari masyarakat. Peredaran narkoba di kampus Unas disebut sudah menjadi rahasia umum warga sekitar.

"Keluhan masyarakat banyak tindak perilaku mahasiswa yang kurang etis dan baik atau bahasa kasarnya premanisme, dari semua laporan dan aduan, pemicu utamanya adalah penggunanaan narkoba. Kami sudah mendengar tapi dalam 5 tahun ini makin meningkat," ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Iskandar Fitri saat jumpa pers di kampus Unas, Jalan Sawo Manila, Pasar Minggu, Jaksel, Kamis (14/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akibatnya yang sudah beredar di masyarakat sampai berdampak pada penurunan calon mahasiswa baru di Unas dan penurunan semangat mahasiswa dan staf," tambah Iskandar.

Untuk melakukan pemberantasan narkoba di lingkungan kampus, otoritas Unas pun memberlakukan jam malam operasional kegiatan dan melarang mahasiswa untuk menginap di area kampus. Ini yang menjadi pemicu aksi demo hingga menimbulkan pengrusakan properti kampus oleh sejumlah mahasiswa.

Buntutnya, polisi melakukan pengamanan atas permintaan otoritas kampus dan berujung pada penggebrekan di ruang-ruang unit kemahasiswaan seperti senat dan sekretariat UKM yang ada di Unas. Hasilnya, polisi berhasil menemukan 5 kg ganja, 5 gram sabu-sabu dan sejumlah senjata tajam.

"Isu narkoba ini banyak yang memberikan keprihatinan dan kami nggak akan tutup-tutupi, kami buka. Usaha ini perlu keberanian, ada resiko termasuk ketidakpopuleran kami," ujar Kepala Administrasi Umum Abdul Malik pada kesempatan yang sama.

Abdul menyatakan bahwa pihaknya sadar bahwa langkah yang mereka ambil tidak populer karena terkesan membuka aib kampus. Namun menurut Abdul itu dilakukan atas dasar prinsip keinginan kampus memberantas peredaran narkoba.

"Banyak yang awalnya komplain, bahwa kami membuka aib, tapi kami jadikan ini titik balik. Kami sadar narkoba bukan komoditasi isu tapi real case," tegas Abdul.

Sementara itu pihak kampus mengaku tidak khawatir akan ada cap jelek dari masyarakat mengenai Unas. Otoritas menjamin lulusan Unas tidak akan dianggap remeh atau sulit mendapat pekerjaan ke depan.

"Ini hanya 1 persen dari jumlah mahasiswa. Dari individu mahasiswanya, itu kan hanya 30 (pelaku) orang maksimal, ada track recordnya jelek. Kami mendapat komitmen semua alumni," tutur kuasa hukum Unas yang juga hadir dalam jumpa pers, Ali Asgar.

Ali pun menyebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari persoalan ini. Itu dikatakan karena Unas memiliki pangsa pasar dan jalinan kerja sama yang baik dari institusi-institusi yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan bagi mahasiswa yang sudah lulus.

"Kami tidak khwatir karena kita punya pangsa pasar, kita punya ekonomi greatnya A dan kita punya pangsa pasar departemen luar negeri dan sebagainya kita nggak kuatir, kita suratkan semua," tukas Ali.

Ali pun menyatakan Unas sendiri memiliki Satgas penanggulangan narkoba untuk menanggulangi perkembangan permasalahan ini. Unas juga telah membuat program-program untuk berbagai macam perbaikan.

(ear/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads