Kasus terakhir yang mengganggu penerbangan, adalah tradisi lepas balon saat perayaan lebaran di Wonosobo, Jawa Tengah. Beberapa pilot pesawat menyatakan kaget, karena melihat puluhan balon yang ada di depannya. Penerbangan yang mengaku kaget tersebut, merupakan penerbangan domestik, asing dan juga penerbangan militer.
ATS (air traffic services) koordinator AirNav Indonesia, Azmi Jamalullai mengatakan, pihak penyelenggara kegiatan pelepasan balon terserbut tidak berkoordinasi dengan AirNav Indonesia sehingga membahayakan penerbangan. Untuk mengantisipasi terulangnya kembali masalah, maka AirNav dalam waktu dekat akan bertemu Pemda atau Gubernur Jawa Tengah untuk sosialisasikan tentang bagaimana penggunaan ruang udara dan dampaknya pada keselamtaan penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosialisasi juga akan dilakukan pada tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi perlu, agar kegiatan lepas balon bisa dikoordinasikan karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Pihaknya perlu mengetahui, apakah tradisi lepas balon hanya ada pada saat Idul Fitri atau juga digelar pada waktu lain. Jumlah balon yang diterbangkan, juga perlu diketahui untuk koordinasi. Dengan dilakukan koordinasi, maka kegiatan penerbangan tidak terganggu sehingga tidak membahayakan.
(fjp/fjp)










































