Kiat Menag Berantas Mafia Pemondokan dan Kuota Haji

Kiat Menag Berantas Mafia Pemondokan dan Kuota Haji

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2014 20:46 WIB
Kiat Menag Berantas Mafia Pemondokan dan Kuota Haji
Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin punya misi besar dalam pembenahan penyelenggaraan ibadah haji. Menag punya cita-cita besar memberantas mafia pemondokan dan kuota haji.

Pemondokan haji selama ini menyerap biaya yang besar. Karena itu Menag menyertakan wakil KPK dan BPK untuk memantau proses negosiasi pemondokan haji.

"Dengan cara seperti itu, maka proses itu jauh lebih transparan dan menghilangkan anggapan-anggapan terkait mafia perumahan di Tanah Suci. Alhamdulillah meskipun sudah di akhir saya masuk, saya dilantik kan 9 Juni, efisiensi di Makkah mencapai Rp 100 miliar rupiah," kata Lukman kepada wartawan saat memberikan pembekalan petugas Media Center Haji 2014 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu saat ini juga sudah tak ada lagi pemondokan bangunan tua, semuanya sudah selevel hotel bintang tiga. Jarak terjauh dari Masjidil Haram sekitar 3.980 meter.

"Bagi jamaah yang pemondokan hajinya radiusnya di atas 2 Km kita siapkan bis salawat," kata Lukman menjelaskan bus yang mengantar jamaah ke Masjidil Haram.

Selain itu Lukman juga mengadakan pembenahan di katering. Menu makanan ditambah variasinya, juga gizi dan kualitasnya ditingkatkan. "Katering yang lebih baik ini diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada jamaah," katanya.

Tak hanya soal pemondokan dan katering yang jadi perhatian. Lukman juga ingin menertibkan haji non kuota.

"Kalau kuota resmi dari Kemenag kita pagari. Yang menjadi tantangan adalah non kuota, pemerintah Arab Saudi itu kan kekuasaannya ada di Raja. Raja punya otoritas tertinggi di Arab Saudi itu punya tradisi sejak puluhan tahun yang lalu untuk memberikan kewenangan kepada kedutaan besarnya di negara sahabat untuk memberikan kuota kepada warga negara di negara itu," katanya.

Pemberian kuota itu tergantung hubungan kesejarahan dan hubungan khusus yang dinilai pemerintah Arab Saudi. Nah warga negara yang diusulkan diundang khusus untuk naik haji. Namun kemudian dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Saya ingin mengajak pers menghentikan praktik tidak terpuji jual beli kuota. Kalau ada pihak tertentu menawarkan memberangkatkan anda haji tapi setor uang muka kemudian hubungi kedutaan jangan didengarkan, karena bisa jadi orang seperti ini hanya membual saja, hanya ingin menipu saja," imbau Lukman.

"Tapi bisa saja oknum tertentu di keduaan Arab Saudi mendapatkan visa sejenis ini yang kemudian bisa diperjualbelikan. Saya ingin praktik seperti ini harus sudah dihilangkan," pungkasnya.

(van/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads