Di Persidangan, Bupati Bogor Jelaskan Soal Rekomendasi Tukar Lahan PT BJA

Di Persidangan, Bupati Bogor Jelaskan Soal Rekomendasi Tukar Lahan PT BJA

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2014 18:51 WIB
Di Persidangan, Bupati Bogor Jelaskan Soal Rekomendasi Tukar Lahan PT BJA
Bandung - Bupati Bogor Rachmat Yasin menjadi saksi untuk terdakwa Yohan Yap, penyuapnya, di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (14/8/2014). Ia memberikan keterangan soal pemberian rekomendasi tukar menukar kawasan hutan untuk PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Ia menyatakan, tak ada syarat yang diabaikan olehnya dalam penerbitan rekomendasi tersebut.

Ia mengaku dikenalkan dengan Yohan oleh Haryadi Kumala, adik dari Kwee Cahyadi Kumala yang merupakan Komisaris Utama PT BJA dan juga Presdir PT Sentul City.

"Katanya ini yang nanti akan mengurus surat permohonan untuk rekomendasi," ujar Rachmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia sendiri mengaku sekitar 6-7 kali melakukan pertemuan dengan Haryadi sejak 2010 sampai 2013. Semula yang diurus hanya Sentul City hingga 2011 akhir dibuka lagi pembicaraan soal pembukaan kembali rekomendasi ulang untuk BJA.

"Saya bilang tempuh saja prosedur, surat permohonan disertai proposal hingga 2012 saya terima itu lalu saya disposisi ke sekda dan dinas-dinas terkait untuk diproses sesuai yang berlaku," katanya.

Dalam proses peninjauan kembali didapatkan bahwa di lokasi tersebut telah terdapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi PT Semindo Resources.

Izin itu hanya untuk meneliti kandungan gamping di kawasan itu. Namun ternyata di kawasan yang diminta itu terdapat cement karst nomor 1 yang menjadi kantung air.

"Karena itu kita mengeluarkan rekomendasi untuk 1.668 ha. Bukan yang 2.754 ha. Jadi yang disampaikan dalam rekomendasikan itu tidak ada yang mengesampingkan IUP. Jadi clear, tidak overlap. Ini yang aman. Kalau mau nambah jadi 2.754, nanti setelah izin IUP selesai. Kami akan serahkan itu," jelas Rachmat.

Ketika mengeluarkan rekomendasi 1.668 ha itu tiba-tiba Kementrian Kehutanan mengirim surat untuk meminta klarifikasi 2.754 ha kenapa diberikan.

"Padahal kami tidak overlap. Kami sangat hati-hati," tuturnya.

(tya/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads