Ratusan polisi dikerahkan di bagian dalam dan luar MK. Mereka harus berdiri berpanas-panasan demi memastikan kelancaran jalannya sidang dan keamanan masyarakat di dalam maupun di luar sidang.
Sore ini, usai massa pendukung Prabowo-Hatta membubarkan diri, para polisi itu tampak melepas kepenatan. Mereka menanggalkan atribut pengamanan yang sepanjang hari menempel di badan seperti senjata laras panjang, pengaman lutut dan siku serta topi polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana keakraban tampak lekat di antara mereka. Tawa lepas terdengar dari para atasan maupun anak buah.
"Ayo ambil aja siapa yang mau nanti saya bayar," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo menawarkan jajanan pada anak buahnya di depan gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).
Sontak ratusan prajurit itu langsung menyerbu penjual jajanan keliling tersebut. Raut muka sumringaj langsung terpancar dari para PKL itu. Dagangan mereka laris manis.
Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana dan Wakapolsek Gambir Kompol Kasmono juga turut berbaur dalam kehangatan sore itu. "Saya juga mau dong. Sini saya yang jualin," canda Putu disambut tawa anak buahnya.
Ia mengambil alih penjual es cendol. Putu menyendok sendiri es cendol berwarna hijau yang hendak disantapnya.
"Habis panas-panasan, kita traktir anak buah dong," katanya.
Hangat suasana sore itu membiaskan lelah yang timbul selama seharian. Besok, hingga putusan MK ke luar, mereka akan kembali berjaga di kawasan gedung berpilar 9 itu.
Penjagaan juga akan terus dilakukan kelak jika ada pihak yang tidak puas atas putusan MK. "Pengaman terus dilakukan hingga situasi kondusif," tutur Putu.
(kff/fjp)











































