HUT RI ke-69, TNI dan Warga Kibarkan 800 Bendera di Perbatasan RI-PNG

HUT RI ke-69, TNI dan Warga Kibarkan 800 Bendera di Perbatasan RI-PNG

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2014 18:36 WIB
HUT RI ke-69, TNI dan Warga Kibarkan 800 Bendera di Perbatasan RI-PNG
Foto: Wilpret Siagian/detikcom
Jayapura - HUT Kemerdekaan RI ke-69 memang baru akan dirayakan 17 Agustus mendatang. Tapi di Papua, gaungnya sudah terasa. Hari ini, warga perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) dan TNI mengibarkan 800 bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme dan kedaulatan RI.

Lokasi pengibaran bendera berada di perbatasan RI-PNG di Wutung dan puncak bukit Pawa, tapal batas RI-PNG. Wilayah ini kerap menjadi lokasi baku tembak antara kelompok kriminal bersenjata dengan TNI. Misalnya pada April dan Juni 2014 lalu. Karena itu, pada peringatan HUT RI kali ini, wilayah tersebut menjadi perhatian aparat TNI.

"Bersama masyarakat, kita kibarkan 800 buah bendera merah putih sepanjang wilayah perbatasan di Wutung ini," kata Komandan Satgas Yonif 623/BWU, Letkol Inf Singgih, kepada detikcom di Wutung, Kamis (14/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemasangan bendera dengan melibatkan warga Papua di perbatasan ini bertujuan menanamkan cinta tanah air dan kebangsaan. Selain bendera ukuran normal, satu bendera berukuran besar (8x6 meter) juga dikibarkan di puncak bukit Pawa yang biasanya dijadikan titik pengibaran bendera Bintang Kejora oleh kelompok OPM.

"Ditempelkan pada dinding batu cadas di gunung tersebut sehingga lambang negara RI akan berada di tempat itu selama-lamanya," tambahnya.

Pengibaran bendera di puncak bukit Pawa tidak mudah. Untuk sampai ke lokasi, butuh waktu 5 jam dari Pos Satgas Perbatasan Yonif 623/BWU. Tim Satgas LVRI berangkat dengan dikawal 15 personel TNI bersenjata lengkap dan dilepas secara resmi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua.

Pangdam mengatakan kegiatan tersebut merupakan permintaan warga. Selama ini, warga resah dengan pengibaran bendera Bintang Kejora. "Karena masyarakat yang meminta, maka mereka kita kawal. Makanya saya datang ke sini," aku Pangdam.

Pangdam menjelaskan, pengibaran bendera Merah Putih termasuk langkah maju di daerah perbatasan. "Selama ini, di sini menjadi tempat penyerangan kelompok kriminal bersenjata OPM pimpinan Mathias Wenda. Masyarakat tidak mau lagi ada Bintang Kejora di situ," tutup Pangdam.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads