Pemerintah Bentuk Tim Tangani Anak Korban Tsunami
Senin, 03 Jan 2005 13:34 WIB
Jakarta - Pemerintah akan membentuk tim untuk menangani anak yatim piatu korban gempa dan tsunami di Aceh dan Medan. Tim itu akan membangun Panti Asuhan besar di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Demikian diungkapkan Wapres Jusuf Kalla usai rapat tertutup dengan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menhub Hatta Radjasa dan Direktur DHL Rusdi J Pesik di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (3/1/2005). "Siang ini Mensos, Meneg Pemberdayaan Perempuan, Mendiknas serta lembaga agama Islam saya kumpulkan untuk membentuk tim di Banda Aceh dan Medan untuk mengatur anak yatim piatu. Itu nanti dikeluarkan instrusksinya hari ini," ujarnya. Menurut Kalla, tugas dari tim itu membentuk Panti Asuhan besar di Banda Aceh. Rencananya, anak yatim piatu korban tsunami akan ditempatkan di Banda Aceh. "Kalau tidak sanggup (menampung) akan kita pindahkan ke Medan," katanya. Setelah membentuk Panti Asuhan, tim itu akan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan pengabdopsian anak kepada keluarga yang seagama dan mampu. Namun, pengadopsian anak itu baru akan dilakukan jika ada persetujuan dari pemerintah dan MUI. "Supaya tidak ada salah pengertian," jelasnya.
(rif/)











































