Rosa menyebut, kejadian ini dilihat di kantornya. Saat itu Rosa sedang ke ruang keuangan mengurus pembayaran vendor proyek yang dikerjakan Grup Permai.
"Pernah waktu itu ada satu orang sopir merangkap kurir apa itu di Tebet atau di Permai. Kebetulan di ruangan itu lagi bungkus-bungkus uang tapi persis dimana di Tebet apa di Permai saya lupa. Saya bilang banyak sekali uang, mau kemana. (Dijawab Heri) biasa mau ke bos begitu?," kata Rosa bersaksi untuk Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia lupa waktu kejadian saat melihat pembungkusan uang ini. "Pernah itu sekali ketemu di ruangan mereka lagi packing-packing uang," sambungnya.
(fdn/aan)










































