Universitas Nasional (Unas) membekukan kegiatan senat dan UKM. Para mahasiswa pun dibatasi kegiatan di malam hari di kampus. Pihak rektorat ingin membersihkan kampus dari bahaya narkoba, menyusul razia polisi yang menemukan 5 Kg ganja di ruang senat. Unas menyebut mahasiswa yang terlibat narkoba hanya sedikit.
"Ini hanya 1 persen dari mahasiswa Unas," jelas pengacara Unas, Ali Asgar, dalam jumpa pers di Kampus Pejaten, Jaksel, Kamis (14/8/2014).
Menurut Ali, ditengarai ada alumni yang mempengaruhi para mahasiswa sehingga mereka terjebak pada bahaya narkoba. "Tapi rupanya seperti ada kegiatan raker memang waktu itu kami perbolehkan. (Tapi di sana) Oknum-oknum baik mahasiswa dan alumni melakukan transaksi narkoba," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga pihak kampus sudah mempolisikan seorang mahasiswa yang diketahui membakar spanduk Unas. Si mahasiswa kini ditahan di Polsek Pasar Minggu.
"Karena dia membakar properti kampus. Mereka meminta temannya itu dibebaskan," kata Ali. Ali menyebut, pelaporan itu bukan karena benci, tapi untuk memberikan pendidikan.
"Narkoba bukan pengalihan isu. Sekarang kami temukan di ruang-ruang senat, kami meminta polisi untuk menindaklanjuti. Kita akan listing mahasiswa-mahasiswa kalau mereka bayar (SPP) tapi nggak ada aktivitas, lalu ngapain," ungkapnya.
(ear/ndr)











































