PDIP Yakin PKB Bisa Paham Revolusi Mental di Kabinet

Polemik Menteri Rangkap Jabatan

PDIP Yakin PKB Bisa Paham Revolusi Mental di Kabinet

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2014 12:50 WIB
PDIP Yakin PKB Bisa Paham Revolusi Mental di Kabinet
Jakarta - PKB tak sepakat dengan gagasan presiden terpilih Joko Widodo soal menteri melepas jabatan di parpol. PDIP berharap PKB menerima gagasan 'revolusi mental' itu.

Jubir PDIP Eva Sundari meyakini penolakan PKB terhadap gagasan Jokowi hanya karena kurangnya komunikasi. Eva yakin setelah ada musyawarah, PKB bisa memahami landasan gagasan itu.

"Ini soal komunikasi, urusannya tidak eksklusif bilateral dengan PKB. Kita tunggu musyawarah dengan parpol-parpol pengusung lainnya. Saya yakin PKB akhirnya bisa paham revolusi mental di kabinet," kata Eva kepada detikcom, Kamis (14/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun jika PKB berkukuh tak ingin menteri melepas jabatan di parpol, Eva menyarankan agar partai berlambang bola dunia itu bernegosiasi dengan Jokowi. Eva menekankan yang penting ada komunikasi antara keduanya.

"Komunikasi akan mengantar ke mufakat-mufakat," ujarnya.

Joko Widodo melontarkan gagasan agar menteri di kabinetnya nanti melepas jabatan parpol. Dari tiga parpol parlemen yang mendukung Jokowi, hanya PKB yang belum menerima gagasan itu.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar berargumen aktivitas di parpol tak mengganggu kinerjanya sebagai menteri. Dia mengaku tetap bisa menjaga waktu selama memimpin PKB sekaligus menjabat Menakertrans di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

"Saya ketua umum full waktu saya 100 persen untuk menteri. Saya di PKB kan hanya pidato, pulang lagi, nggak ngurus. Karena sudah ada Waketum, Sekjen. Soal konsentrasi aja," ujar Cak Imin usai bertemu Jokowi di Rumah Transisi, Jalan Situbondo No.10, Menteng, Jakpus, Rabu (13/8/2014) malam.



(trq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads