Banda Aceh Berangsur-angsur Normal
Senin, 03 Jan 2005 11:49 WIB
Jakarta - Situasi Ibukota Nangroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, Senin (3/1/2005) siang mulai menunjukkan aktivitasnya. Jalan-jalan mulai dilalui kendaraan, toko-toko di beberapa tempat, terutama ruas jalan utama mulai buka, dan proses evakuasi terhadap korban yang masih terkena reruntuhan terus dilakukan. Pembersihan jalan-jalan dari sampah dan reruntuhan juga digiatkan.Kerja keras pemerintah, aparat TNI/Polri,sukarelawan dari berbagai bangsa, masyarakat dan berbagai kelompok massa terus berlangsung. "Saya baru saja keliling lihat kota Banda Aceh. Sudah mulai berangsur-angsur normal. Antrian di pom bensin gak panjang, toko-toko di beberapa tempat sudah buka. Pembersihan jalan juga terus dilakukan. Tadi saya lihat paling banyak di sekitar Masjid Baiturrahman," kata Irma, sukarelawan di Banda Aceh kepada detikcom, Senin (3/1/2005).Hari ke-9 pasca musibah bencana gempa dan gelompang tsunami yang menerpa Aceh dan Sumatera Utara mulai menunjukkan wujudnya. Banda Aceh sebagai daerah yang termasuk paling parah, setelah seminggu baru mulai normal. Namun, bau mayat masih menyengat di beberapa lokasi.Usaha pencarian yang dilakukan para sukarelawan terus dilakukan. Seperti tak kenal lelah, para sukarelawan bersama masyarakat terus mencari jenazah-jenazah yang sudah membusuk. Kantong mayat, masker dan sarung tangan menjadi alat utama. bahkan alat berat mulai diterjunkan untuk mengangkat mayat di sunga-sungai.Warga Banda Aceh kebanyakan juga masih tinggal di pengungsian. Pusat pengungsi yang paling banyak ditempati adalah Bandara Iskandar Muda, Blang Bintang Aceh. Ribuan warga mengungsi karena tempat tinggal mereka banyak yang rata dengan tanah. Selain itu, trauma yang dialami warga membuat mereka takut kembali ke rumah. Apalagi gempa susulan masih sering terjadi. Diperlukan waktu agak lama untuk bisa mengembalikan kota Serambi Mekah ini kembali normal.
(jon/)











































