Puteh Minta Diizinkan ke Aceh Sebagai Relawan
Senin, 03 Jan 2005 11:38 WIB
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi Abdullah Puteh yang 26 Desember 2004 lalu dinonaktifkan sementara sebagai Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan melayangkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk diizinkan mengunjungi Aceh sebagai relawan."Saya akan pulang sebagai relawan dan akan menyumbangkan pemikiran saya secara teknis di lapangan tentang bagaimana pendistribusin bantuan dapat dilakukan dengan segera," kata Puteh usai sidang ketiganya di Gedung UPINDO, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Senin, (3/1/2005).Puteh sendiri mengaku kehilangan kakak kandung dan kakak sepupunya dalam musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan sebagian wilayah di Sumatera Utara.Untuk membantu pendistribusian bantuan pasca gempa dan tsunami, kata Puteh, pemerintah bisa menggunakan potensi lokal yang ada di Aceh, seperti masyarakat atau para kepala kampung untuk dijadikan koordinator.Puteh lalu mengungkapkan, sedikitnya ia akan menyampaikan delapan langkah yang bisa dilakukan presiden secara teknis di lapangan.Langkah tersebut diantaranya, menggunakan potensi lokal, mambangun tenda di daerah yang tidak terkena bencana dan terendam air, membuat dapur umum, melancarkan transportasi untuk mengangkut pengungsi, baik ke Madan atau ke Jakarta, dan menyerahkan pengurusan anak-anak korban gempa dan tsunami yang terpisah dari orang tuanya kepada MUI mengingat sebagian besar penduduk di Aceh beragama Islam."Saya akan secepatnya mengirim surat permohonan ini kepada presiden agar dapat mengunjungi Aceh," ujarnya lagi.Sementara itu, isteri Puteh yang mantan penyiar TVRI, Linda Poernomo sambil menangis juga berharap suaminya bisa diizinkan pulang ke Aceh."Saya minta agar suami saya bisa pulang ke Aceh untuk melihat sanak keluarganya. Dia boleh dikawal oleh polisi atau Brimob untuk kembali ke Jakarta untuk disidangkan, tapi saya minta agar suami saya diberi waktu mengunjungi Aceh, bukan sebagai mantan pejabat tapi sebagai manusia agar dapat membantu rakyatnya," tutur dia.
(umi/)











































