Tim Pokja Jokowi-JK Masih Belum Final, Target Selesai September

Tim Pokja Jokowi-JK Masih Belum Final, Target Selesai September

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2014 00:26 WIB
Tim Pokja Jokowi-JK Masih Belum Final, Target Selesai September
Jakarta - Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Anies Baswedan, menjelaskan pembentukan tim kelompok kerja (Pokja) masih belum final. Saat ini pihaknya masih terus mencari narasumber sebanyak-banyaknya untuk bisa memahami kondisi di lapangan.

"Finalnya menunggu Pak JK. Harus dipahami, ada dua komponen, ada yang nanti menulis, menyusun, tapi narasumber itu banyak. Yang kita cari itu narasumber yang banyak supaya bisa dapat perspektif yang luas," jelas Anies Baswed di Rumah Transisi, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).

Yang dimaksud dengan narasumber di sini misalnya nelayan dan petani. Sedangkan anggota pokja nantinya akan mengumpulkan data-data yang diperoleh dari mereka.

"Jadi sebenarnya kerjanya teknokratik itu, bukan mengambil kebijakan," imbuhnya.

Pihaknya saat ini juga masih mendiskusikan pola rekruitmen yang ditetapkan dalam pembentukan pokja ini.

"Tapi jangan membayangkan pokja kayak di DPR. Begitu pokja menghasilkan itu, jadi kebijakan bukan itu. Misalnya ahli pertanian, mengumpulkan pelaku sana sini, lalu dikumpulkan menjadi opsi kebijakan. Opsi-opsi itu diserahkan untuk dipakai," ulasnya.

Nantinya Jokowi dan JK yang akan menentukan siapa-siapa saja yang masuk ke dalam tim pokja. Beberapa target pokja antara lain nelayan, petani, kemiskinan, pendidikan, kesehatan. "Saya bagian kesra related," imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Bidang Transportasi dan Infrastruktur, Akbar Faisal menjelaskan ada banyak model pola rekruitmen dalam pokja. Ada yang dikontak langsung, atau beberapa orang melamar dengan mengajukan CV.

"Kami melibatkan universitas, pakar, dan lembaga kajian. Lembaga Demografi Bumi UI kita pakai," jelas Akbar.

"Jadi kebijakan untuk bidang saya, peta demografi itu kita jadikan arah dalam menentukan porgram seperti pertanian, perumahan dan infrastruktur," imbuhnya.

Akbar menilai selama ini dalam membuat sebuah kebijakan, masih jarang memanfaatkan kajian peta demografi. Padahal jika dijadikan acuan, menurutnya, apa yang akan dibangun dapat relevan dan sejalan.

"Contohnya, jumlah penduduk per daerah bisa kita sesuaikan, sistem transportasi dibenahi," kata Akbar.

Lalu, kapan target perumusan pokja akan rampung? "September akhir kami sudah targetkan selesai," jawabnya pendek.

(sip/fiq)


Berita Terkait