"Dari saksi yang sudah bersaksi, dari 26 mungkin ada yang kurang berkualitas 1-2 orang. Tapi majelis sudah lihat substansinya, sampai hari ini tidak ada satupun saksi kami yang ditolak karena bohong," ujar Mahendradatta dalam konferensi pers di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Oleh sebab itu, Mahendra tidak diterima bila ada saksi kubu Prabowo-Hatta yang disebut berbohong.
"Jadi jangan dikomentari bohong, itu kan menurut anda. Kalau bohong, dia akan dikeluarkan dan ditolak," ujarnya.
Mahendra menuturkan bahwa saksi-saksi yang dihadirkan mengungkapkan apa yang mereka lihat. Sementara itu, ia menyerahkan penilaian kualitas saksi KPU dan Jokowi-JK pada majelis hakim.
"Saksi kami apa yang benar ia ย lihat dan alami. Tidak ada kesaksian hearsay. Satu, dua mungkin dianggap hearsay. Exact apa yang mereka lihat," ujarnya.
"Saya harus akui Saksi KPU dan Jokowi belum ada yang dikatakan bohong hanya saja kualitasnya yang nanti jadi pertimbangan hakim," sambung Mahendra.
(imk/fiq)











































