Panwaslu Jaktim Tunda Kerja Berdalih Libur Lebaran, Ternyata Ketuanya Menikah

Panwaslu Jaktim Tunda Kerja Berdalih Libur Lebaran, Ternyata Ketuanya Menikah

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 19:42 WIB
Panwaslu Jaktim Tunda Kerja Berdalih Libur Lebaran, Ternyata Ketuanya Menikah
Jakarta -

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mempertanyakan sikap awak penyelenggara Pemilu 2014 yang menunda pembukaan kotak suara gara-gara libur lebaran. Penyelenggara Pemilu yang izin libur lebaran itu adalah awak Panwaslu Jakarta Timur.

"Di luar dugaan saya, DKI menyimpan banyak masalah. Kenapa pembukaan kotak suara tidak serentak?‎" tanya anggota DKPP Anna Erliana dalam persidangan di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Anna menyesalkan sikap penyelenggara Pemilu yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan bangsa dan negara. ‎Padahal gugatan hasil Pilpres 2014 sedang akan dilayangkan tim capres-cawapres nomor urut 1 ke MK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Halangannya adalah sedang berlibur. Hebat ya kalian.‎ Harusnya sejak awal sudah bisa membaca situasi bahwa akan terjadi peristiwa-peristiwa seperti ini," ucap Anna dengan hanya bicara dingin.

Lantas Ketua KPU DKI Soemarno menjelaskan dalam persidangan. Berdasarkan laporan dari KPU Jakarta Timur, Panwaslu Jakarta Timur mengusulkan agar pembukaan kotak suara di wilayahnya dilaksanakan tanggal 4 Agustus saja.

"‎Mereka mengusulkan pembukaan kotak suara tanggal 4 Agustus saja, setelah Panwaslu Jakarta Timur kembali dari liburan Idul Fitri," terang Soemarno.

‎"Jadi orang Panwaslu DKI ini punya kampung semua ya? Kirain orang DKI semua, ternyata punya kampung semua," celetuk Ketua DKPP yang memimpin sidang, Jimly Asshiddiqie.

Usut punya usut, ternyata yang izin pulang kampung tersebut adalah Ketua Panwaslu Jakarta Timur. Namun dia bukan sembarang mudik, melainkan pulang ke Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menikah.

"Pulang itu bukan semata-mata pulang. Yang satu ke Sidoarjo melangsungkan pernikahan. Janganlah gara-gara PSU maka nikahnya ditinjau ulang," kata Soemarno memaklumi, saat dihubungi usai sidang.

Dari ketiga orang punggawa Panwaslu, bukan hanya Ketuanya yang mudik. Ada pula seorang lagi yang mudik. Seorang lagi mudik karena menjenguk ibunya yang sakit.

"Yang satu karena ibunya sakit," kata Soemarno.

Maka satu orang anggota Panwaslu Jakarta Timur yang tersisa di DKI mengusulkan agar‎ pembukaan kotak suara ditunda saja.

(dnu/rmd)


Berita Terkait