"Jalanan lengang dan warga berjaga-jaga di rumah mereka," kata salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya dan tinggal di daerah Pongki Baru Timika ini, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/8/2014) sore.
Dia menceritakan pasca tewasnya lima orang tersebut, siang harinya Rabu sekitar pukul 11.00 WIT kondisi Timika sepi. Jalan-jalan kota tampak lengang dan warga takut keluar rumah. "Warga bersembunyi di rumah dan mengungsi ke Lanud Pongki," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun upaya ini malah menimbulkan konflik dan kondisi semakin mencekam. Polisi dan TNI langsung menghalau massa dengan menggunakan Baracuda.
"Sempat ada tembakan peringatan untuk membubarkan massa," katanya.
Warga pun bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Hingga pukul 19.00 WIT kondisi di Timika, Papua masih lengang dan sepi. Warga tidak berani keluar rumah.
Kasus ini bermula dari penemuan mayat kepala suku Dani bernama Waker di dekat sebuah jembatan. Tak diketahui siapa yang membunuhnya, tapi menurut polisi siapa yang melintas di dekat lokasi penemuan mayat dipanah.
Menyusul hal ini, 5 orang ditemukan tewas dipanah di dekat jalanan kota. "Dari situlah terjadinya perang besar-besaran kayak gini," ucap pria yang sudah lima tahun tinggal di Timika itu.
(slm/ndr)











































