Bertemu KPAI, Penerbit Elex Media Setuju Tarik 2 Komik Tentang Cinta Sesama Jenis

Bertemu KPAI, Penerbit Elex Media Setuju Tarik 2 Komik Tentang Cinta Sesama Jenis

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 17:17 WIB
Jakarta - Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil pihak Elex Media sebagai penerbit 2 komik yang berisi cerita tentang cinta sesama jenis. Elex Media pun sepakat untuk menarik kedua komik tersebut.

Dari pihak penerbit, ada 3 yang memenuhi panggilan KPAI untuk mengklarifikasi mengenai persoalan ini pada Rabu (13/8/2014). Mereka adalah Corporate Communication Director Kompas Gramedia sebagai holding penerbit buku, Widi Krastawan, General Manager Elex Media Alusius Arisubagijo, dan Marketing Gramedia Bapak Bambang. Dari pertemuan kurang lebih 3 jam itu, mereka sepakat untuk menarik komik Why versi pubertas dan buku pendidikan seks berjudul My Wondering Body.

"Komitmen jangka pendek untuk menarik buku cinta sesama jenis ini, baik yang terketahui maupun yang belum diketahui. Yang sudah diketahui publik ada 2 ini dan potensial ada lagi. KPAI minta ditarik keseluruhan dan Gramedia mengamini," ujar Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakpus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Asrorun, tujuan dari kesepakatan jangka pendek ini adalah agar konten sensitif itu tidak terakses ke anak. Konten tersebut dikatakan Asrorun dapat mencuci otak anak terkait dengan cinta sesama jenis atau LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trans Gender).

Ada 2 kesepakatan lagi yang dicapai oleh KPAI dengan pihak Gramedia grup. Untuk jangka menengah, Gramedia menerbitkan buku yang sama sekali tidak bertemakan LGBT. "Karena kita ingatkan juga apalagi buku-buku terjemahan ada nilai, ada kepatutan, termasuk norma agama dan budaya yang bisa jadi berbeda antara buku asal sumber pertama dengan masyarakat di sini," kata Asrorun.

Menurut Asrorun penerbit membutuhkan tanggung jawab moral dan tanggung jawab intelektual untuk memberikan jaminan penuh terhadap anak terkait konten-konten baik. Penerbit juga disebut harus melindungi anak dari konten yang tidak dibenarkan secara hukum, moral dan agama.

"Kalau toh nanti ada revisi dari buku itu tidak memasukkan konten LGBT nya. Masyarakat juga diharapkan untuk melakukan pengawasan," sambung Asrorun.

Komitmen jangka panjang dari hasil pertemuan ini adalah menjalin komunikasi dengan para pihak, termasuk KPAI yang merupakan lembaga yang bertugas melakukan pengawasan, pemantauan dan penerimaan pengaduan terkait dengan isu-isu perlindungan anak. Gramedia diminta untuk melakukan diskusi lebih lanjut mengenai penyediaan buku-buku yang baik dan layak untuk anak, khususnya mengenai tema-tema yang sensitif.

"Diharapkan ketika hendak memunculkan buku-buku yang bertema sensitif, pendekatannya lebih holistik, lintas bidang," tutup Asrorun.

(ear/ndr)


Berita Terkait