Dalam laporan yang diterima Ganjar, pelaku pungli yaitu oknum polisi dan Dishubkominfo. Meski demikian, pihaknya masih akan memastikan dengan mengirim utusan ke sana. Sementara itu Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo mengatakan dirinya langsung memimpin pemantauan di titik-titik rawan pungli.
"Kami langsung pantau, ada di exit tol Pejagan dan dua pos yang berada di jalur Selatan yaitu Paguyangan dan Tonjong. Termasuk 10 titik yang berada di tanjakan di mana kendaraan berat tidak bisa masuk, " kata Ferdy kepada detikcom lewat sambungan telepon, Rabu (13/8/2014),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dari Propam dan Reserse yang akan ditempatkan di pos. Selain itu kita juga imbau kepada tukang ojek dan 'pak ogah' agar tidak menarik uang dari pengguna jalan," tegasnya.
Ia menambahkan pihaknya serius mendalami laporan adanya pungli di Pejagan. Meski demikian, dari pantauan hari ini belum ditemukan adanya oknum polisi yang melakukan pungli.
"Kita lidik dulu siapa yang melakukan pungli. Tapi kita sudah tindak lanjuti (laporan). Sejauh ini belum ada," pungkas Ferdy.
"Jika memang ada yang melakukan (pungli) maka akan ditindak tegas," imbuh Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Subkhan.
Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi tindakan polda Jateng yang dengan cepat membongkar praktik pungli di jembatan Comal dan mengamankan 10 oknum polisi. Dari 10 oknum itu, tujuh di antaranya dinyatakan bersalah.
"Saya kirimkan orang untuk memantau ke sana. Saya berharap seperti polisi yang sudah tertangkap kemarin (di jembatan Comal). Jika dari dishub tertangkap tangan, maka tidak akan saya beri ampun. Semoga saja tidak ada (pungli), masih terus dipantau," kata Ganjar.
(alg/try)










































