"MA harus lebih open mind, untuk melihat bahwa MA punya problem yang serius. Termasuk di antaranya rendahnya kepercayaan publik," kata Suparman, disela-sela perayaan ulang tahun ke-9 KY di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Menurut Suparman, saat ini kepercayaan publik terhadap hakim dan putusan pengadilan masih sangat rendah. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya upaya banding atau upaya hukum lanjutan dari putusan di tingkat pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3 Masalah Utama KY
Dalam kesempatan itu, KY mengakui memiliki 3 masalah utama yang harus dibenahi.
"Banyak sekali hal yang harus dibenahi KY, tapi ada 3 hal utama, pertama terkait sumber daya manusia-nya," kata Suparman.
Poin kedua Suparman menyoroti kurangnya pejabat fungsional di KY. Selama ini lebih didominasi dengan pejabat struktural.
"Ketiga terkait anggaran. Tahun 2015 ada peningkatan anggaran yang signifikan. Belum tahu besaran persentasenya. Tapi ini artinya respon pemerintah dan parlemen semakin baik," tuturnya.
Sementara itu mantan Ketua KY yang kini menjadi komisioner KPK Busyro Muqoddas menyatakan, saat ini sinergi KY dan MA semakin baik.
"Semakin ke sini semakin tumbuh kesadaran bersinergi untuk membangun sistem peradilan yang berkualitas," ujar Busyro.
(rna/asp)











































