KY Nilai Problem Serius MA Adalah Rendahnya Kepercayaan Publik

KY Nilai Problem Serius MA Adalah Rendahnya Kepercayaan Publik

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 15:13 WIB
KY Nilai Problem Serius MA Adalah Rendahnya Kepercayaan Publik
Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Sebagai salah satu mitra Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY) mencermati bagaimana kinerja lembaga pimpinan Hatta Ali itu. Menurut Ketua KY Suparman Marzuki, rendahnya kepercayaan publik menjadi masalah paling serius di lembaga peradilan tertinggi itu.

"MA harus lebih open mind, untuk melihat bahwa MA punya problem yang serius. Termasuk di antaranya rendahnya kepercayaan publik," kata Suparman, disela-sela perayaan ulang tahun ke-9 KY di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).

Menurut Suparman, saat ini kepercayaan publik terhadap hakim dan putusan pengadilan masih sangat rendah. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya upaya banding atau upaya hukum lanjutan dari putusan di tingkat pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang menjadi masalah serius. Tapi kepercayaan itu hak masyarakat, mereka mau percaya atau tidak. Sekarang bagaimana mereka (MA) bisa membangun kepercayaan publik itu," tutur Suparman.

3 Masalah Utama KY

Dalam kesempatan itu, KY mengakui memiliki 3 masalah utama yang harus dibenahi.

"Banyak sekali hal yang harus dibenahi KY, tapi ada 3 hal utama, pertama terkait sumber daya manusia-nya," kata Suparman.

Poin kedua Suparman menyoroti kurangnya pejabat fungsional di KY. Selama ini lebih didominasi dengan pejabat struktural.

"Ketiga terkait anggaran. Tahun 2015 ada peningkatan anggaran yang signifikan. Belum tahu besaran persentasenya. Tapi ini artinya respon pemerintah dan parlemen semakin baik," tuturnya.

Sementara itu mantan Ketua KY yang kini menjadi komisioner KPK Busyro Muqoddas menyatakan, saat ini sinergi KY dan MA semakin baik.

"Semakin ke sini semakin tumbuh kesadaran bersinergi untuk membangun sistem peradilan yang berkualitas," ujar Busyro.

(rna/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads