Saat ditemui di Komnas PA, Rabu (13/8/2014), gadis ini mengaku sudah disetubuhi pamannya sejak dirinya masih duduk di bangku TK. Remaja ini bercerita bahwa dirinya pertama kali dirinya diajak melakukan hubungan intim oleh pamannya di suatu tempat.
"Waktu itu dia (S) bilang mau mengajak saya ke tempat pemotongan kerbau. Menggunakan motor kami ke sana dan tiba di sebuah gubuk. Disitu dia langsung melakukannya," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak puas dengan anak pertama, Baba kembali melakukan pencabulan pada keponakannya sendiri yang merupakan adik dari korban pertama, yang saat itu masih berusia 6 tahun. Awalnya, pelaku membujuk korban dengn mengajaknya bercanda terlebih dahulu.
"Tapi setelah itu, S malah ngajak begituan. Saya tidak mau, lalu saya menangis sampai tertidur. Pas bangun, ini (kemaluan) saya sakit," kata korban kedua.
Sekian lama diperkosa, keanehan mulai terlihat terhadap korban kedua. Sambil menahan tangis, sang ibunda mengatakan bahwa setiap kali mencuci celana dalam anaknya selalu ada noda darah, bahkan tak jarang ada bekas lendir berwarna hijau dan berbau menyengat.
"Saat diperiksa, hasil visum ternyata benar, kalau anak saya punya penyakit. Kalau terlambat datang ke dokter, dia bisa meninggal. Dia akan punya penyakit kanker rahim," kata sang ibu sambil menangis.
Sang ibunda bercerita, dirinya baru mengetahui tindakan keji sang kakak iparnya tersebut di bulan April 2014. Sambil meneteskan air mata, anak pertamanya yang baru pulang sekolah langsung masuk ke dalam kamar.
Melihat anaknya menangis, dia langsung menayakan keadaan anaknya. Namun korban merasa ketakutan, hanya diam saja dan tak menggubris pertanyaan sang ibu.
"Saya baru mau ceritanya setelah menonton berita tentang pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS). Tapi saya bingung mau cerita darimana dan saya takut," ujarnya sendu.
Menjelang malam, anaknya akhirnya menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Mendengar penjelasan anak sulungnya itu sang ibu menangis histeris tak percaya.
Tanggal 27 April, dia dan suaminya langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Namun pasca laporan itu, saat akan ditangkap Baba justru melarikan diri dan menjadi buronan selama satu bulan, hingga berhasil diamankan di kawasan Gunung Sindur sekira bulan Juni. Saat ini dia telah menjalani masa tahanan di Mapolres Jaksel selama dua bulan.
(rni/gah)










































