Ini 5 Persamaan Modus Perampokan di Pondok Indah dan Depok

Ini 5 Persamaan Modus Perampokan di Pondok Indah dan Depok

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 12:42 WIB
Ini 5 Persamaan Modus Perampokan di Pondok Indah dan Depok
Jakarta - Dua aksi perampokan pada Selasa (12/8) kemarin terjadi di Pondok Indah, Jaksel dan Sawangan, Depok. Para pelaku juga melancarkan aksinya dengan menggunakan modus yang sama, yakni berpura-pura bertamu.

Kedua peristiwa di dua lokasi berbeda ini, terjadi hanya berselang 4 jam. Perampokan di rumah Hendri, pengusaha supermarket yang terjadi di Jl Metro, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jaksel terjadi pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan perampokan di rumah Ny Oktarina (52), di Sirnagalih, Sawangan, Depok, terjadi pada pukul 17.00 WIB.

Melihat dari modus dan rentang waktu yang cukup memungkinkan, apakah pelaku perampokan di 2 lokasi ini kelompok yang sama?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang kaji kemungkinan kelompoknya sama. Memang kalau dilihat dari modusnya mirip-mirip dan waktunya juga cukup untuk para pelaku melakukan aksinya dari Pondok Indah kemudian berlanjut ke Depok," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Berikut 5 persamaan modus perampokan di Pondok Indah dan Depok:

Berpura-pura Bertamu

Kawanan perampok di Pondok Indah mendatangi rumah Hendri, saat dua pembantunya sedang menyetrika baju di lantai bawah. Para pelaku datang ke dalam rumah korban, lalu berkata-kata seolah-olah pelaku sudah kenal dengan korban dan mau menagih utang.

"Bos kamu kaya binatang, punya utang tidak dibayar" begitu pernyataan pelaku kepada dua pembantu.

Hal serupa juga terjadi di rumah Ny Oktorina, di Sawangan, Depok. Mereka mendatangi rumah korban, dengan bepura-pura menanyakan alamat rumah seorang polisi.

"Ini rumah yang Pak Ali polisi ya" begitu pernyataan perampok kepada penghuni rumah.

Menggunakan mobil Berwarna Putih

Perampok yang mendatangi rumah Hendri di Pondok Indah, Jakarta Selatan, menggunakan mobil Grand Livina warna putih. Sementara perampok yang beraksi di Sawangan, Depok, para pelaku juga menggunakan mobil jenis MPV, merek Toyota Avanza warna putih.

Bahkan, jumlah pelaku yang melakukan aksinya juga sama. Baik perampokan di Depok maupun Jaksel, pelaku seluruhnya berjumlah 6 orang.

Di dua lokasi, cara-cara pelaku masuk ke rumah korban juga sama. Dua pelaku lebih dahulu datang dan menemui saksi di dalam rumah dan melakukan komunikasi. Sedangkan 4 pelaku lainnya bersiaga di dalam mobil. Empat pelaku lainnya masuk setelah dua pelaku sebelumnya masuk ke rumah korban sambil mengancam.

Korban Diikat Tali Sepatu

Setelah berhasil masuk ke rumah korban, para pelaku perampokan di Pondok Indah, Jaksel dan Sawangan, Depok melumpuhkan korbannya. Mereka mengikat para korban dengan tali sepatu.

Tidak hanya itu, para pelaku di dua lokasi, juga sama-sama menutup mulut korban dengan plakban. Setelah itu, para korban disekap di dalam satu ruangan.

Menenteng Pistol dan Golok

Para pelaku perampokan di Pondok Indah dan Sawangan, Depok, sama-sama membawa senjata untuk melumpuhkan korban atau setidaknya untuk menakut-nakuti korban. Di dua lokasi berbeda ini, para pelaku membawa senjata api, golok dan celurit.

Persenjataan para pelaku ini dipakai untuk mengancam korban. Meski korban di dua lokasi tidak seorang diri, namun dengan senjata tersebut para pelaku dengan leluasa menguasai para korbannya.

Bawa Kabur Brankas

Aksi perampokan yang dilakukan kawanan di Pondok Indah, Jaksel dan Sawangan., Depok, sama-sama mengincar brankas yang tersimpan di dalam rumah korban.

Para perampok yang beraksi di Pondok Indah, Jaksel, mereka membawa kabur brankas yang isinya antara lain sejumlah perhiasan dan juga uang dollar US senilai Rp 500 juta yang ditaksir total kerugiannya mencapai Rp 1 miliar. Sedangkan kawanan yang beraksi di Depok, mereka juga mengincar brankas yang isinya adalah 4 lembar sertifikat tanah, 1 buah BPKB mobil dan perhiasan emas seberat 50 gram.
Halaman 2 dari 6
(mei/nal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads