Kedua peristiwa di dua lokasi berbeda ini, terjadi hanya berselang 4 jam. Perampokan di rumah Hendri, pengusaha supermarket yang terjadi di Jl Metro, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jaksel terjadi pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan perampokan di rumah Ny Oktarina (52), di Sirnagalih, Sawangan, Depok, terjadi pada pukul 17.00 WIB.
Melihat dari modus dan rentang waktu yang cukup memungkinkan, apakah pelaku perampokan di 2 lokasi ini kelompok yang sama?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 persamaan modus perampokan di Pondok Indah dan Depok:
Berpura-pura Bertamu
|
|
"Bos kamu kaya binatang, punya utang tidak dibayar" begitu pernyataan pelaku kepada dua pembantu.
Hal serupa juga terjadi di rumah Ny Oktorina, di Sawangan, Depok. Mereka mendatangi rumah korban, dengan bepura-pura menanyakan alamat rumah seorang polisi.
"Ini rumah yang Pak Ali polisi ya" begitu pernyataan perampok kepada penghuni rumah.
Menggunakan mobil Berwarna Putih
|
|
Bahkan, jumlah pelaku yang melakukan aksinya juga sama. Baik perampokan di Depok maupun Jaksel, pelaku seluruhnya berjumlah 6 orang.
Di dua lokasi, cara-cara pelaku masuk ke rumah korban juga sama. Dua pelaku lebih dahulu datang dan menemui saksi di dalam rumah dan melakukan komunikasi. Sedangkan 4 pelaku lainnya bersiaga di dalam mobil. Empat pelaku lainnya masuk setelah dua pelaku sebelumnya masuk ke rumah korban sambil mengancam.
Korban Diikat Tali Sepatu
|
|
Tidak hanya itu, para pelaku di dua lokasi, juga sama-sama menutup mulut korban dengan plakban. Setelah itu, para korban disekap di dalam satu ruangan.
Menenteng Pistol dan Golok
|
|
Persenjataan para pelaku ini dipakai untuk mengancam korban. Meski korban di dua lokasi tidak seorang diri, namun dengan senjata tersebut para pelaku dengan leluasa menguasai para korbannya.
Bawa Kabur Brankas
|
|
Para perampok yang beraksi di Pondok Indah, Jaksel, mereka membawa kabur brankas yang isinya antara lain sejumlah perhiasan dan juga uang dollar US senilai Rp 500 juta yang ditaksir total kerugiannya mencapai Rp 1 miliar. Sedangkan kawanan yang beraksi di Depok, mereka juga mengincar brankas yang isinya adalah 4 lembar sertifikat tanah, 1 buah BPKB mobil dan perhiasan emas seberat 50 gram.
Halaman 2 dari 6











































