"(Pendanaan-red) dari saya, kalau nggak cukup ya dari partai. Kalau nggak cukup lagi ya dari Pak JK," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Jokowi mengatakan biaya untuk menjalankan Kantor Transisi tidaklah besar. "Biaya berapa sih untuk orang di situ, cuma beberapa orang. Kalau cuma untuk ngeteh, ngopi saya masih mampu," ujar politikus berlatar belakang pengusaha ini.
Gubernur DKI ini juga mengatakan Tim Transisi yang mengelola kantor itu tak digaji. Jokowi mengatakan ada yang menolak pemberian gaji untuk mengelola Kantor Transisi.
"Ya masa baru 2 hari kerja mau digaji. Ada yang digaji nggak mau. Tapi mungkin ya ada juga yang mau. Ya belum. Masa baru 2 hari sudah urusan gaji," ujarnya.
Jokowi mengatakan target Tim Kantor Transisi adalah menyiapkan kebijakan strategis untuk menjalankan program kerja. "Siapkan kebijakan strategis dan prioritas yang bisa dilaksanakan setelah dilantik," tuturnya.
(jor/trq)











































