Atribut ISIS yang dibawa, yang saat ini sudah diamankan polisi adalah 1 bendera ISIS, 1 Bendera Gerakan Reformis Islam (GARIS), 8 buah topi simbol ISIS, dan 4 buah kaos simbol ISIS.
"Tadi cuma silaturahmi ke ABB, disini (Polres) hanya dimintai klarifikasi seputar ISIS, Pak Chep belum selesai," kata Ludy Burdah Muslim, salah satu orang yang diperiksa saat ditanya wartawan, Selasa (12/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dapat informasi dari Lapas Nusakambangan kalau ada simbol yang disembunyikan pembesuk. Kita cari pembesuk yang mana, tadi lolos karena kita tidak tahu wajahnya," kata Kapolres Cilacap.
Mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pengejaran dan penghadangan sebuah mobil Land Cruser warna silver metalik dengan Nopol D 6 CC berpenumpang 7 orang yang diduga membawa bendera ISIS yang sedang istirahat ddepan toko meubel amamah komplek SPBU Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang sekitar pukul 16.22 WIB. Saat ini ke 7 orang tersebut sedang diperiksa oleh petugas kepolisian di Mapolres Cilacap.
Andry menjelaskan jika saat digeledah, petugas Lapas di Nusakambangan tidak berani dengan para pembesuk tersebut, padahal mereka mengetahui jika para pembesuk membawa atribut ISIS saat digeledah.
"Napi teroris di sana tidak seperti napi lainnya. Sipir disana tidak ada yang berani, setelah melihat ada simbol itu, sipir melaporkan ke kita. Mungkin takut dirazia jadi dibawa keluar," jelasnya.
Salah satu yang ditangkap adalah pria yang pernah mengaku sebagai Presiden Regional ISIS Indonesia, Chep Hernawan yang juga merupakan ketua Gerakan Reformis Islam (Garis). Chep Hernawan pernah mengaku sebagai Presiden ISIS Indonesia. Dia juga mengaku cukup mengenal beberapa petinggi ISIS termasuk Abu Muhammad al Indonesi yang sempat menampakan diri melalui video yang tersebar di Youtube yang berisi ajakan untuk bergabung dnegan ISIS.
(arb/kha)











































