Sudah hampir dua pekan, pengunjung yang ingin naik ke tugu Monumen Nasional (Monas) diharuskan pakai gelang warna. Sistem ini dinilai sudah berjalan efektif untuk menertibkan antrean pengunjung yang biasanya mengular.
Tapi ternyata banyak pengunjung yang justru membawa gelang itu pulang dan tidak mengembalikan kepada petugas. "Kadang-kadang ada pengunjung yang merasa sudah memiliki gelang ini, jadi dia diam-diam bawa pulang," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Rini Hariyani di ruang kerjanya di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2014).
Gelang karet yang berwarna tersebut jadi penanda waktu antre dan jam masuk ke tugu Monas. Ada 8 warna gelang yang diproduksi, masing-masing 4 ribu unit. Namun tiap harinya jumlah gelang yang dikeluarkan hanya 1.800 unit, yakni masing-masing warna 225 buah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi belakangan banyak gelang yang dibawa karena pengunjungnya berubah pikiran dan batal naik ke puncak.
"Kadang-kadang petugas kita gak lihat dia pakai gelang atau dia masukin ke atas. Memang banyak yang jadi hilang, tapi itu risiko. Itu jadi kendala kita karena kan memang gak ada magnet deteksinya," kata dia.
Lebih lanjut, saat ditanya berapa jumlah gelang yang hilang atau rusak, Rini mengaku belum tahu. "Saya belum ada update sampai sekarang berapa yang hilang, datanya sih ada, tapi mungkin gak ke saya, mungkin ke bagian pelayanan," ucapnya.
Β
(ros/fdn)











































