Zaenal Bintang: Golkar Tidak Solid Dipimpin Ical

Zaenal Bintang: Golkar Tidak Solid Dipimpin Ical

- detikNews
Selasa, 12 Agu 2014 18:30 WIB
Jakarta -
Politikus senior Partai Golkar, Zaenal Bintang menyindir tidak konsistennya sikap pengurus soal kabar pemecatan Wakil Ketua Umum Agung Laksono dan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Yorrys Raweyai. Sikap plinplan ini menandakan ketidaksolidan internal partai.

"Nah, bagi saya bukan pecat atau tidak dipecat. Bagi saya adanya pernyataan berbeda-beda di hari yang sama dengan pernyataan berbeda itu membuktikan koordinasi di Partai Golkar amburadul. Iya, jadi membuktikan kepemimpinan Ical (Aburizal Bakrie) tidak solid, amburadul," kata Zaenal saat dihubungi, Selasa (12/8/2014).

Zaenal mengatakan dirinya mendapatkan informasi mengenai pemecatan Agung serta Yorrys dari jabatannya. Hal ini berdasarkan rapat tertutup yang dipimpin Ical di Epicentrum, Kuningan, beberapa hari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dia heran dengan ralat berupa bantahan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutarjo.

"Nah, gitu ya, Agung dicopot dari jabatan Ketum, Yorris dr Ketua DPP, terus ada Indra Piliang. Coba kalau kamu buka di intrnet itu Fadel Muhammad. Dia menegaskan iya, iya (dipecat). Tapi, sekarang Cicip mengatakan tidak, Ical tidak. Saya hanya mau melihat faktanya saja, bahwa di internal golkar itu ada keresahan, kekisruhan yang bersumber dari lemahnya leadhersip Ical mengontrol partai besar ini," ujarnya.

Bila sosok Ical memiliki kewibawaan, lanjut Zaenal konsolidasi internal Golkar akan solid. Bukan sebaliknya seperti sekarang yang membuat sejumlah kader melontarkan pernyataan berbeda.

"Kalau kepemimpinannya solid dan berwibawa, tidak mungkin Fadel ngomong lain, dan yang ini ngomong beda lagi. Saya mau bicara betapa amburadulnya manajemen internal partai Golkar di kepemimpinan Ical," ujarnya.

Lantas, Zaenal menegaskan kalau solusi dari keresahan internal Golkar ini adalah dengan mengganti Ical. Caranya dengan mempercepat Munas dengan diselenggarakan pada tahun ini.

Selain mengalami darurat perpecahan, metode kepemimpinan Golkar di bawah Ical tidak bisa dipertahankan. Berbagai kegagalan seperti hasil Pileg, Golkar tidak memiliki capres dan cawapres itu menurutnya sudah berulang kali muncul di permukaan.

"Kalau ingin hentikan kegalauan ya jawabannya Ical mesti diganti. Jadi, target terbesarnya Ical mesti diganti. Karena saat ini Golkar alami darurat perpecahan. Karena metode kepemimpinan ical adalah metode kepemimpinan teror. Kader dia diteror. Mesti diapain, ya diganti dengan percepatan Munas," ujarnya.




(hat/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads